Petani Mengeluh, Pembelian BBM Dibatasi Hanya 10 Liter di Langkat

Administrator Administrator
Petani Mengeluh, Pembelian BBM Dibatasi Hanya 10 Liter di Langkat
ist|pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Petani di Desa Securai Selatan, Kabupaten Langkat saat ini terkendala saat akan mengolah lahan sawah. Pasalnya, petani hanya diberikan 10 liter per hari untuk kebutuhan traktor ketika membeli BBM di SPBU Gebang Langkat. Hal ini sangat mengganggu operasional para petani yang saat ini masuk musim olah lahan menjelang musim tanam.

Seperti disamapikan perwakilan petani dari Sendayan 1 dan Sendayan 2 Desa Securai Selatan, Kabupaten Langkat, Mangirim Manurung kepada Ketua Umum Nusantara untuk Jokowi (N4J) Dr RE Nainggolan MM. Kemudian mantan Sekda Sumut itu menyampaikan keluhan warga petani tersebut kepada Senator asal Sumut Parlindungan Purba SH MM, Sabtu (27/10/2018). Petani sangat berharap agar persoalan ini dibuat solusi karena sangat akan berpengaruh kepada kelangsungan produksi pangan khususnya padi di kawasan tersebut.

Menanggapi hal ini, Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM tela melakukan komunikasi dengan GM MOR I PT Pertamina (persero) Joko Pitoyo. Pada dasarnya, jelas Palrindungan, bahwa ternyata melayani penjualan BBM jenis Solar kepada petani adalah kebijakan. Karena regulasi dari Pemerintah adalah penyaluran Solar Subsidi hanya untuk sektor transportasi baik untuk kendaraan di darat (angkutan umum, kendaraan dengan maksimal jumlah roda 6) maupun angkutan laut untuk penumpang. Sedangkan untuk nelayan diberikan dengan adanya rekomendasi dari Kementerian Kelautan & Perikanan (utk kapal nelayan max 30 GT).

"Sehingga untuk di luar itu tidak bisa diberikan. Penyaluran BBM Subsidi tepat sasaran akan diaudit oleh BPK setiap tahunnya. Sehingga kebijakan untuk melayani kebutuhan Solar Subsidi untuk petani memang tidak bisa banyak diberikan," kata Parlindungan menyampaikan pernyataan pihak Pertamina.

Untuk pesoalan ini, kata Parlindungan, akan langsung meninjau kondisi para petani dalam warktu dekat. "Ini memang sangat memprihatinkan ya, kita akan tinjau dan carikan solusinya, petani butuh perhatian juga," ujar Ketua Apindo Sumut ini. (TAP)

Komentar
Berita Terkini