SATU per satu upaya dilakukan Nokia demi mengais sisa kejayaan saat pertama kali telepon genggamnya membeludak. Dalam beberapa bulan terakhir, raksasa telekomunikasi asal Finlandia itu perlahan gencar merilis produk anyarnya. Belum lama setelah merilis Nokia 6 di awal tahun ini, Nokia sudah menyiapkan produk terbarunya. Singkat cerita, perusahaan yang berdiri sejak 1865 tersebut hendak membawa konsumennya bernostalgia.
Kembali ke September 2000, masyarakat dunia ketika itu tengah “tergila-gila” dengan Nokia 3310 yang memiliki fitur mumpuni di masanya. Layanan seperti kalkulator, stopwatch, network monitor—untuk mengecek status baterai, jaringan, dan ponsel—hingga empat buah permainan, termasuk Snake yang menjadi gim ponsel pertama favorit masyarakat, sangat terlihat “mewah” di masa itu.
Kini, nostalgia itu siap dihadirkan lagi. HMD Global—perusahaan yang kini memegang lisensi resmi Nokia setelah sempat dipegang Microsoft—ingin menggairahkan kembali kejayaan merek tersebut usai “hancur” di masa naungan perusahaan milik orang terkaya dunia, Bill Gates. Tak tanggung-tanggung, dana sebesar US$500 juta dikucurkan sejak Nokia dan HMD Global sepakat menjalin kerja sama pada tahun lalu. Salah satu buktinya adalah reinkarnasi Nokia 3310 yang dikabarkan akan menghiasi etalase toko ponsel mulai kuarter kedua 2017 mendatang.
Bagaimana dengan fiturnya? Sejak lahir 17 tahun silam, perangkat telekomunikasi yang dikenal karena daya tahan fisiknya yang kuat dan aplikasinya yang cukup ngetren, Nokia 3310 boleh dibilang menjadi ponsel sejuta umat kala itu. Nah, sepertinya Nokia ingin sedikit memberi nuansa berbeda, nostalgia dengan ponsel zaman dulu. Padahal, sekarang ini sudah era ponsel pintar, bukan lagi eranya gawai yang hanya mampu sebatas SMS dan telepon. Namun, Nokia justru berani keluar dengan kembali memproduksi dumb phone.
Soal fitur, reinkarnasi Nokia 3310 jauh dari ekspektasi sebuah ponsel pintar. Mengintip perangkatnya saja, bisa dibilang tidak ada yang benar-benar menarik perhatian. Hanya saja, tampilan layar Nokia 3310 terbaru memang lebih besar dibanding saudara tuanya, yakni 2,4 inci. Selain itu, bodinya pun berkisar 12,8 mm, lebih ramping dari versi sebelumnya sebesar 22 mm.
Akan tetapi, demi menunjang kebutuhan pengguna di era modern, HMD Global meningkatkan sejumlah performa fisik 3310. Versi anyar ini sudah dilengkapi fitur kartu SIM ganda, kamera 2MP yang didukung cahaya LED, dan RAM sebesar 16 GB yang mampu disokong SD mikro hingga 32GB. Dalam hal konektivitas, produk yang pernah mencapai penjualan 126 juta unit di era 2000-an ini dilengkapi Bluetooth V3.0, charger micro USB V2.0, serta fitur untuk headphone.
HMD Global menyadari pentingnya koneksi internet di era serbadaring sekarang ini. Karena itu, mereka melengkapi 3310 untuk berselancar di jagat maya lengkap dengan dukungan Opera Mini meski hanya dengan kekuatan jaringan sebesar 2.5 G. Nah, bila merasa lelah dengan banyaknya notifikasi sosial media maupun aplikasi pesan yang kerap menyedot daya tahan baterai, 3310 bisa menjadi ponsel yang tepat.
Sementara itu, daya tahan baterai juga tidak perlu diragukan. Meski baterainya hanya berkapasitas 1.200 mAh, Nokia mengklaim besutan anyarnya ini mampu bertahan hingga 22 jam bicara dan satu bulan penuh dalam keadaan standby. Kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan pendahulunya yang hanya 900 mAh, yakni mampu bertahan 4,5 jam bicara dan 260 jam standby. Artinya, daya tahan baterai 3310 meningkat hingga sepuluh kali lipat.
Masih mengenai ketahanan, seperti yang sempat disinggung sebelumnya, ponsel yang dijadikan ikon nasional Finlandia dengan sebutan “The Unbreakable” ini siap memberi jawabannya. Bila gawai pintar kerap dikhawatirkan rusak saat jatuh dari ketinggian tertentu, hal tersebut tidak akan terjadi di Nokia 3310 baru.
Beralih ke desain, tampilan luarnya terlihat lebih catchy di mata. Ponsel ini mengandung unsur modern dengan warna-warni mencolok, seperti merah, kuning, dan biru yang ngejreng nan segar. Tombol-tombolnya masih khas seperti ponsel lawas lainnya dengan tampilan alfanumerik, menjadikan nostalgia pengguna semakin nyata.
Saat diperkenalkan di acara Mobile World Congress di Barcelona pada akhir Februari kemarin, Florian Seiche, Presiden HMD Global, menyampaikan apa yang dirilis perusahaannya kali ini didasari atas permintaan konsumen. “Ini adalah apa yang diinginkan konsumen selama ini. Mari kita bersenang-senang,” ungkapnya sambil menunjukkan produk terbarunya tersebut.
Berdasarkan prediksi yang muncul, keluaran baru 3310 ini dibanderol mulai dari US$50 atau sekitar Rp700 ribu. Ya, jika dilihat dari spesifikasi, fungsi, dan harganya, ponsel ini memang bukan dimaksudkan untuk bersaing di pasar ponsel pintar. Namun, ya balik lagi ke persepsi HMD Global yang melihat setiap orang senang dengan sesuatu berbau nostalgia. Anda tertarik bernostalgia lagi dengan 3310?(Sindoweekly)