Pengusaha Warnet Tolak Rencana Jam Malam Warnet di Kota Padangsidimpuan

Administrator Administrator
Pengusaha Warnet Tolak Rencana Jam Malam Warnet di Kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan (Pelita Batak) :

Rencana Pemerintah Kota Padangsidimpuan yang akan menerbitkan peraturan batas waktu operasional warnet hingga pukul 22.00 wib, mendapat penolakan dari sejumlah pengusaha warnet dan kalangan masyarakat.

Perwakilan Komunitas Warnet Tabagsel (Kowantasi) Padangsidimpuan, Rahmad Hasibuan, Rabu (20/02/2019) mengatakan, Pemkot seharusnya tidak usah terburu-buru mengeluarkan perwal terkait pembatasan operasional warnet tersebut.

Jika batas waktu usaha dikaitkan dengan peristiwa bentrokan yang terjadi beberapa waktu lalu di  kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Rahmat menilai  hal itu tidak relevan. Karena persoalan batas waktu usaha tidak ada kaitannya dengan bentrokan. "Itu jelas jelas sangat merugikan kami selaku pemilik usaha warnet," katanya.

Ia juga menyampaikan jika pembatasan jam operasional tersebut terkait dengan izin keramaian, bagaimana dengan usaha lainnya yang buka hingga menjelang subuh.

"Ini akan mematikan perekonomian usaha warnet di Padangsidimpuan. Kalau ada anak-anak di bawah umur dan anak sekolah yang bermain pada jam pelajaran ke warnet, itu karena pengawasan yang kurang ketat dan pihak keluarga juga harus mampu mendidik, jangan usaha warnet yang dikambinghitamkan," katanya.

Sementara Eflyn Anggara Harahap, menyebutkan, Kowantasi selaku wadah pengusaha warnet di Kota Padangsidimpuan menolak perwal yang dinilai sangat merugikan pengusaha warnet itu.

"Mengapa tempat hiburan malam baik kafe atau lainnya tidak ditutup jika dikaitkan dengan izin keramaian. Tolong kaji ulang, jangan rugikan kami selaku pengusaha warnet," katanya.

Hal senada juga diungkapkan aktifis Sutan Maruli Ritonga yang meminta agar rencana pembatasan waktu bagi warnet itu perlu di kaji ulang. 

"Saat ini keberadaan usaha warnet di kota Padangsidimpuan sudah terbilang akut yang terimbas dengan perkembangan teknologi informasi dengan adanya komputer dalam genggaman (hp android). 

Sudah jatuh begini janganlah ditimpa tangga pula karena usaha warnet umumnya usaha masyarakat menengah kebawah yang menurut saya sedikit banyaknya memiliki peran mencerdaskan anak bangsa," ujarnya.

Menurutnya, sangat tidak elegan bicara tingkat kriminalitas dihubungkan dengan keberadaan warnet ketika disatu sisi tempat hiburan malam masih bisa beroperasi hingga subuh.(Saut Togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini