Penegak Hukum Diharapkan Usut Pembangunan Toilet Diduga Asal Jadi Bantuan CSR Angkasa Pura II

Administrator Administrator
Penegak Hukum Diharapkan Usut Pembangunan Toilet Diduga Asal Jadi Bantuan CSR Angkasa Pura II
Freddy Hutasoit
Baru selesai dikerjakan, keran air sudah rusak
Taput(Pelita Batak): Proyek pembangunan toilet bantuan dari CSR Angkasa Pura II diduga dikerjakan asal jadi. Pengamatan di lapangan menunjukkan,  bangunan tersebut sudah baru selesai dikerjakan sudah rusak. Lalu, toilet tersebut tidak dilakukan pengeboran untuk mendapatkan air, melainkan airnya diambil dari air Danau Toba.

 

Demikian Hermanto selaku Ketua Masyarakat Pemerhati Pelaku Korupsi Kolusi Nepotisme (MPPK2N) di Kecamatan Siborongborong, Selasa 24 Januari 2017. "Kita telah melihat dengan jelas, satu bangunan kurang lebih 3x3 meter dikerjakan asal jadi, dan bahkan bahan bangunan yang diperuntukkan pada toilet diduga merek murahan, sampai dengan pipa dan mesin pompa air adalah yang murahan," ujarnya.

 

MPPK2N melakukan secara hitungan kembali biaya yang dihabiskan. "Satu tempat dua bangunan, sudah maksimal menghabiskan biaya Rp 50 juta, akan tetapi bangunan ini, 3x3 meter disebutkan menghabiskan biaya Rp 70 juta per bangunan, dikalikan satu lokasi dua bangunan kali sepuluh lokasi, menelan biaya Rp 1,4 milliar. Apakah wajar?" gugat Hermanto.

 

Penegak hukum diharapkan tanggap dan segera mengusutnya. Kepala Bandara Silangit Hotasi Manalu sebelumnya dikonfirmasi mengatakan "Akan kita cek dulu." Namun hingga berita ini dikirim ke redaksi, tidak ada hasilnya saat dikonfirmasi kembali.

 

Pantauan Pelita Batak, bangunan toilet baru selesai dikerjakan dan sudah rusak. Mesin pompa air penghisap dari air Danau Toba bermerek National.(FH)

Komentar
Berita Terkini