Toba Samosir (Pelita Batak):
Bupati Toba Samosir Darwin Siagian kambali meninjau pelaksanaan pelebaran jalan di kawasan BODT akibat bentrok dengan sejumlah warga yang menamakan diri warga Sigapiton.
Melihat situasi terkini di lokasi BODT masih memanas Bupati Toba Samosir akan memanggil para penatua dari Raja Naopat yakni Marga Manurung, Butar butar, Sirait dan Nadapdap guna duduk bersama membahas persoalan yang timbul.
Massa ini berupaya menghentikan jalannya pembukaan jalan di kawasan Kaldera Otorita Danau Toba di Kaldera Sigapiton.
Bupati Toba Samosir Darwin Siagian sebagai Pemerintah Kabupaten Toba Samosir berusaha menjadi mediator untuk masyarakat demi pencapaian BODT yang pro rakyat dan tetap mendukung perpres No 49 tahun 2016.
Dihadapan masyarakat dan beberapa media Bupati Darwin Siagian mengatakan bahwa BODT adalah program pusat yang diatur dalam Peraturan Presiden No 49 Tahun 2014 ,secara struktur pengelolaan panitia BODT sama sekali tidak melibatkan pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab Tobasa kecuali sebagai fasilitator.
"Saya sebagai Bupati Tobasa berupaya memediasi masyarakat dengan pihak BODT guna menghindari adanya pertikaian yang semakin memanas dan menghimbau agar massa penghadang pembukaan jalan Dusun Sileang menuju Batu Silali sepanjang 1900 M tetap menjaga stabilitas keamanan dan jangan terprovokasi dari pihak pihak lain yang memperkeruh suasana," katanya.
Dikatakannya pembangunan BODT harus tetap berjalan karena itu sudah diikat oleh peraturan presiden ,kendala dan masalah yang timbul tetap harus diatasi sebaik mungkin,terkait permasalahan di Dusun Sileang jauh sebelum nya pemerintah sudah mensosialisasikan program ini ke masyarakat Sigapiton, bahwa daerah tersebut adalah kawasan Hutan Lindung yang diserahkan oleh masyarakat kepada negara pada tahun 1952 .(Maria)