Langkat (Pelita Batak):
Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat, Subianto, mengunjungi para keluarga nelayan di TPI Pangkalan Brandan, langkat, Kamis (1/11/2018). Senator asal Sumut ini memberikan motivasi kepada para istri dan anak-anak para nelayan yang ditahan di Malaysia karena tertangkap melewati garis teritorial saat melaut mencari ikan.
Sejumlah ibu-ibu langsung menyerbu kedatangan Parlindungan Purba, dengan spontan diskusi berlangsung di salah satu sudut TPI Pangkalan Brandan. Seperti Sriayu istri Nazri Bin Ridwan (Ridwan) yang ditangkap Polair Malaysia pada 14 Maret 2018. Dia menyampaikan harapannya kepada Parlindungan kiranya, suaminya segera bisa kembali. Karena menurut informasi yang diterima warga, Ridwan bersama rekannya Ismail, Iman Syafii, Armasyah dan Juliansyah.

Demikian harapan yang disampaikan para keluarga nelayan yang ditangkap pada 25 September 2018 dan telah disidang putusan di pengadilan Malaysia pada 9 Okotber 2018 yang lalu, yaitu Abdurahman, Elfan, Zulkifli Moh Badu, dan Danudirja. "Apa tidak bisa lebih cepat dipulangkan pak," tanya Dewi istri Abdurahman.
Mendapat informasi ini, Parlindungan menyampaikan bahwa dirinya akan berkomunikasi dengan Konjen Indonesia untuk Malaysia agar segera dilakukan pemulangan bagi nelayan yang sudah bebas dari tahanan. "Kita minta agar Konjen berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar memulangkan mereka melalui KNIA," ujar Parlindungan.
Kemudian, untuk kelompok Abdurahman Cs, yang diperkirakan akan bebas pada Februari 2019, agar juga dimonitor dan segera dipulangkan jika sudah bebas dari tahanan.

"Kita sangat prihatin, melihat kondisi kelaurga nelayan yang ditinggal terpuruk dengan konsidi ekonomi. Jika kepala keluarga yang menjadi punggung keluarga, ditahan dan tidak bisa melakukan kegiatan, sangat memprihatinkan," kata Parlindungan.
Diharapkan agar Pemerintah tidak bosan-bosan untuk mensosialisasikan batas perairan neagra ini dengan negara tetangga. Serta diberikan kordinat yang lebih jelas, sehingga tidak terjadi hal sama secara berulang-ulang.

Kepada para nelayan juga diimbau untuk terus berjaga dan waspada megenai tapal batas di perairan. "Karena keluarga dan sanak saudara mengharapkan kepulangan Bapak-Bapak dari laut dengan sehat dan membawa pulang tangkapan untuk menghidupi keluarga," ujarnya. (TAp)