Pak Camat Bantah Pak Wali Diusir Warga?

Administrator Administrator
Pak Camat Bantah Pak Wali Diusir Warga?
humas pemko medan
Foto Wali Kota saat meninjau lokasi banjir yang dikirim Humas Pemko Medan, tidak terlihat kerumuman warga setempat. Hanya sejumlah 'gerombolan' pejabat saja

Medan (Pelita Batak) :
Camat Medan Labuhan, Arrahman Pane membantah berita yang dilansir salah satu harian di Kota Medan yang memuat  berita  berjudul, "Tinjau Banjir, Wali Kota Diusir Warga" yang diterbitkan, Kamis (23/9/2016). Sebab, Arrahman mengaku terus mendampingi Wali Kota pada saat melakukan peninjuan di Komplek Perumahan TKBM, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (22/9/2016).

"Tidak benar Wali Kota diusir warga saat meninjau korban banjir tersebut. Sejak Pak Wali datang sampai meninggalkan lokasi, saya terus mendampingi beliau. Jadi saya tahu apa yang terjadi sebenarnya pada saat peninjauan itu dilakukan," sanggah  Arrahman.

Selain dirinya, Arrahman juga mengatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Hanalore Simanjuntak, Kadis Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan, Lurah Sei Mati, Thamrin Lubis serta para kepling turut mendampingi Wali Kota dalam peninjuan tersebut.

"Tolong bawa kepada saya siapa orang yang mengatakan Pak Wali diusir, biar saya jelaskan yan sebenarnya. Sebab, mulai beliau datang mulai pukul 09.00 sampai 11.00 WIB, tak satu pun warga yang menyoraki Pak Wali. Apalagi sampai mengusir beliau," tegasnya.

Ditegaskan Arrahman lagi, jika warga sampai menyoraki dan mengusir Wali Kota, dipastikannya akan heboh. Apalagi sampai Wali Kota langsung pria meninggalkan lokasi bersama dirinya. “Pak Wali meninggalkan lokasi justru untuk menindklanjuti keluhan warga yang mengatakan banjir terjadi akibat adanya pembetonan benteng sehingga menyebbkan aliran air tersendat,” jelasnya.

Kronologis yang sebenrnya papar Arrahman, begitu tiba di lokasi, Wali Kota langsung meninjau lokasi banjir. Pada saat peninjauan itu, sejumlah warga lansung datang menyambut dan mengadukan kepada Wali Kota apa yang menjadi pemicu  banjir.

"Menurut pengakuan warga, banjir terjadi akibat pembetonan benteng yang menyebabkan air tidak dapat mengalir. Pak Wali selanjutnya meninjau benteng yang dimaksudkan warga. Saat menuju ke loksi, ada beberapa warga yang melapor bahwa mereka belum mendapatkan bantuan. Pak Wali langsung menanyakan kepada Kepala BPBD. Ternyata menurut Kepala BPBD, bantuan sudah ditempatkan di posko," jelasnya.

Wali Kota bilang Arrahman, langsung memerintahkan kepada Kepala BPBD untuk segera menyalurkan bantuan kepada warga. Sebab, Wali Kota ingin warga yang menjadi korban banjir harus dilayani dengan baik. “Saya tidak mau mendengar warga  yang sudah menjadi korban banjir tidak dilayani,” ppar Arrahman mengutip perkataan Wali Kota ketika itu.

Saat tiba di lokasi pembetonan benteng, jelas Arrahman, Wali Kota melihat kawasan itu tidak dapat dilalui alat berat milik Dinas Bina Marga. Itu sebabnya diputuskan pembongkaran dan pengorekan melalui Kelurahan Martubung. “Hal inilah yng membuat Pak Wali meninggalkan lokasi untuk menijau loksi yang dimksud di Kelurahan Martubung. Jadi tidak benar Pak Wali meninggalkan loksi karena diusir warga,” tegasnya.

Sebelum mengakhiri klrifikasinya, Arrahman mengatakan pihaknya kini telah menyediakan 20 batang kelapa untuk titi masuk alat-alat berat melakukan pengorekan dan pembongkaran. Sebab, Wali Kota sudah menegaskan pemicu banjir yang ada dikawasan itu segera diatasi.

"Seharusnya pengorekan dilakukan kemarin, namun masih terkendala karena air masih menggenangi. Hari ini, Jumat (23/9), air sudah surut.Insya Allah kalau tidak ada halangan, alat berat Dinas Bina Marga masuk utnuk melakukan pngorekan,” jelasnya. (TAp/rel)

Komentar
Berita Terkini