Membangun Pariwisata Danau Toba, Perlu Manajemen Penanggulangan Becana

Administrator Administrator
Membangun Pariwisata Danau Toba, Perlu Manajemen Penanggulangan Becana
Tap|pelitabatak
Wakil Gubernur Sumut, Drs. H. Musa Rajekshah,M.Hum, Sekretaris Dewan Pengarah Laksda TNI (Purn) Agus Purwoto, Kordinator Tim Kelompok Ahli Dr RE Nainggolan MM, Prof Cyccu, Drs H Afifuddin Lubis MSi, Prof Sukaria Sinulingga, Dirut BOPDT Arie Prasetyo usai
Medan (Pelita Batak):
Peristiwa bencana alam, longsornya tebing danau Toba di kawasan Jembatan Siduadua, Kabupaten Simalungun menjelang akhir tahun 2018 mengakibatkan turunnya kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba. Bahkan, pelaku pariwisata yang bergerak di bidang perhotelan khususnya mengalami penurunan omzet lebih 60 persen dari tahun sebelumnya dengan periode yang sama.

Sebagaimana disampaikan Dirut BOPDT Arie Prasetyo dalam rapat kordinasi Tim Kelompok Ahli Dewan Pengarah BOPDT pada Jumat, 25 Januari 2019 yang lalu. Dari hasil survey yang mereka lakukan, bahwa penghasilan atau omzet hotel di kawasan Danau Toba khususnya kota Parapat hanya 1/3 dari omzet tahun-tahun sebelumnya.

Dalam rapat yang dihadiri Wakil Gubernur Sumut, Drs. H. Musa Rajekshah,M.Hum, Sekretaris Dewan Pengarah Laksda TNI (Purn) Agus Purwoto, dan dipimpin Kordinator Tim Kelompok Ahli Dr RE Nainggolan MM tersebut, juga hadir Kepala Dinas Pariwisata Sumut Dr Ir Hj Hidayati, MSi yang mengatakan hal sama. "Pelaku pariwisata rugi besar," katanya.

Menurut Hidayati, ke depan sudah harus ada pengelolaan dan manajemen bencana alam di kawasan Danau Toba yang secara tanggap melakukan penanganan saat bencana terjadi. "Bagaimana Jepang yang rawan gempa, tidak mengurangi minat wisatawan ke sana. Nah, kita harus memberikan penanganan yang cepat, supaya bencana alam seperti longsor tidak menghalangi kunjungan wisatawan," katanya.

Untuk itulah, kata Hidayati, dalam pembahasan tentang Danau Toba ke depan, supaya melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah Provinsi Sumut. (TAp)
Komentar
Berita Terkini