"Pembangunan PLTMH sudah mencapai 75 persen. Sehingga sekitar 152 kepala keluarga warga, tersebar di 8 Dusun tak lagi kegelapan," ujar Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu SH, saat meninjau pembangunan PLTMH tersebut, Minggu 12 November 2017 lalu.
Dikatakan, melalui PLTMH tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesejahteraan warga di desa itu dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki, dan terpenting, warga harus kompak, dan secara bersama dapat merawat dan menjaga PLTMH ini, terutama kelestarian hutan di sekitarnya.
Dikatakan, PLTMH merupakan anugrah bagi warga, sebab akan menjadi jawaban dari keterbatasan penerangan listrik yang selama ini dirasakan. Apalagi ketahanan pembangkit itu sendiri, sangat tergantung dengan warga. Tentunya harus mampu menjaga dan memelihara hutan, dengan cara tidak sembarangan menebangi kayu didalamnya.
Bupati juga menegaskan, agar Kepala Desa, Ketua BPD, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta masyarakat seluruhnya, segera menyusun Perdes tentang pemeliharaan hutan. Dan secepatnya membentuk panitia pengurus yang bekerja merawat dan memeiliha PLTMH itu nantinya.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian Helmi menjelaskan, dari 15 unit PLTMH yang dibangun di Tapsel, PLTMH Tambiski merupakan yang terbesar dan memiliki potensi air yang berlimpah. Dan diyakini debit air dari Aek (Aliran air) Silaiya, terjaga selama 12 bulan untuk menggerakkan pembangkit.
"Berdasarkan pengalaman, debit airnya sangat terjaga karena tangkapan air di hulu, merupakan hutan yang masih terjaga. Dan sesuai harapan bupati, masyarakat harus lebih menjaga hutan agar PLTMH ini awet nantinya," ungkapnya.
Diterangkan, karena kondisi jarak antar dusun yang relatif berjauhan, pembangkit tersebut juga memakai kabel Tegangan Menangah (TM) dengan panjang sekitar 5 km, dari total sekitar 12 km panjang jaringan yang direncanakan.
"Jaringan kabel untuk menyuplai energi keseluruh rumah warga diperkirakan mencapai 12 km. Dan sekitar 5 km menggunakan Tegangan Menenangah (TM), dan sisanya Tegangan Rendah (TR), dan selanjutnya dipasang kerumah warga, termasuk instalasi didalamnya dan juga terpasang masing-masing tiga bola lampu. masyarakat tinggal centak tanpa dipungut biaya," terangnya.
Saat ini sambung Helmi, telah selesai dibangun bendungan, dan saluran air. Juga instalasi diseluruh rumah warga. Sedangkan pembangunan Power House dan pipa serta turbin serta jaringan kabel dengan tiang besi sepanjang 12 km lebih kurang, sedang berjalan.
"Sesuai rencana, pembangkit ini menggunakan heat 30 meter, dan pipa dengan diameter 57 cm, sepanjang 200 meter dan akan mendorong air memutar turbin dengan jenis Cros Flow atau arus silang," ujarnya.
Dedi sef Manejer dari PT KIara Ide Bersama Bandung yang merupakan pihak ketiga dari pembangunan PLTMH tersebut mengatakan, diperkirakan pada pertengahan Desember 2017, pembangunan PLTMH Tambiski telah rambung.
Pihaknya akan terus mengebut progres kerja untuk mewujudkan harapan masyarakat untuk menyalanya listri di Desa yang memiliki 8 Dusun itu pada Januari 2018.
"Kendala selama ini adalah pemindahan barang dan peralatan yang dibutuhkan, apalagi kondisi cuaca dan medan yang relatif sulit, namun kami optimis pertengan Desember telah rampung," sebutnya.
Kepala Desa Silakkitang Tambiski Irwan Desember Ritonga mengatakan, masyarakat selalu siap membantu dan mendukung percepatan pembangunan PLTMH tersebut sesuai kemampuan masing masing.(Saut Togi Ritonga)
Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified