Massa Teriak, Turunkan Kapolres Taput di Depan Kantor KPU Taput

Administrator Administrator
Massa Teriak, Turunkan Kapolres Taput di Depan Kantor KPU Taput
IST|pelitabatak

Medan (Pelita Batak):

Ketika Direktur (Dir) Reserse Narkoba (Resnarkoba) Polda Sumut sebagai Pamatwil Pilkada di Kabupaten Tapanuli Utara (Kab Taput) Kombes Pol Hendrik Marpaung, sempat berdiam dengan adanya orasi ribuan massa JTP Friends yang menyebutkan 'Turunkan Kapolres Tapanuli Utara' di depan kantor KPU Kab Taput, Sabtu (30/6) siang. 

Pamatwil Pilkada Taput Kombes Pol Hendrik Marpaung menjelaskan kepada ribuan massa, berdasarkan UUD Nomor 2 tahun 2003 tentang tugas pokok Kepolisian adalah menciptakan Keamanan dan Ketertiban. Pelaksanaan Pilkada harus berjalan termasuk rangkaian prosesnya oleh itu kaitannya dengan Kepolisian siap mengamankan Pilkada Serentak, termasuk Pilkada Taput.

"Pasti kita berdiri pada jalur hukum, bagi yang salah akan dikenakan saksi sesuai penjelasan  dari Bawaslu. Tim khusus sudah disediakan dari tingkat Provinsi Sumut, untuk investigasi kecurangan di Kab Taput, yang saat ini masih berjalan.  Segala yang dilakukan oleh Bawaslu maupun pemerintahan Eksekutif dan itu dikawal keamanannya oleh Kepolisian," katanya. 

Oleh karena itu, kepada ribuan massa di Kab Taput, yang bertanggung jawab saat ini dalam Pilkada di Kab Taput adalah dirinya.

Hendrik sangat bangga kepada ribuan masyarakat pendukung yang telah bersatu hati kepada Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat itu tandanya 'Anaknya Raja di Kabupaten Taput'.

Ketika awak media, menanyakan kepada Kapolres Taput, AKBP Horas Silaen, terkait orasi masyarakat di depan kantor KPU Taput mengatakan 'Turunkan Kapolres', enggan memberi keterangan kepada media.

Terkait inisial HL dan AS dua wartawan Harian Kab Taput yang diamankan Kepolisian Resort Tapanuli Utara pada Jumat (29/6) siang. Kapolres Taput AKBP Horas Silaen melalui Kasubbag Humas Taput Aiptu W Barimbing mengatakan saat ini kedua wartawan Harian tersebut masih dalam penyidikan Polres Taput, karena tersangka pemukulan mereka tidak dikenal namanya, tetapi mereka mengetahui ciri - cirinya.

Diduga kedua wartawan Harian tersebut menyusup sebagai mata - mata Niksar di Kantor KPU Taput. Terlihat HL dan AS sedang meliput di kantor KPU, lalu beberapa ribuan massa JTP Friends langsung mengejar HL dan memukul di pasar Tarutung.(Aries)

Komentar
Berita Terkini