Ketua RPN, Ralwin R Lumbantoruan Tolak Pembentukan Provinsi Tapanuli

Administrator Administrator
Ketua RPN, Ralwin R Lumbantoruan Tolak Pembentukan Provinsi Tapanuli
Ist|pelitabatak
Ralwin R Lumbantoruan

Medan (Pelita Batak):

Ketika belakangan ini marak di munculkan wacana pembentukan Provinsi Tapanuli atau Tapanuli Raya, yang memekarkan diri dari Provinsi Sumatera Utara, membuat seorang Ralwin R. Lumbantoruan salah seorang aktifis di Medan Sumatera Utara angkat bicara. 

Menurut Ralwin R Lumbantoruan yang juga aktif di Ormas Rakyat Permata Nusantara selaku Ketua RPN DPW Sumut. Pembentukan Provinsi Tapanuli sudah tidak relevan lagi.

Menutut Ralwin, nama Tapanuli harus melibatkan tiga kabupaten selaku penyandang nama TAPANULI tersebut. Yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Maka perlu dipertanyakan, apakah ketiga penyandang nama Tapanuli ini sudah setuju bulat?

Karena informasi yang saya dengar saudara kita di bagian Selatan dan Tengah ada yang menolak dengqn alasan yang berbeda-beda. Ada yang memberi alasan karena letak Ibukota, ada juga karena hal lain. Untuk lebih jelas silahkan di angket.

Saya kurang setuju dengan pembentukan Provinsi Tapanuli. Karena tidak semua TAPANULI yang ikut. (Tapteng? Tapsel? Apakah ikut?)

Saya lebih setuju Provinsi Batak. Karena didalam nama Batak itu, ada kesakralan. 

 Nama Provinsi, Privinsi Batak. 

Daerahnya Tano Batak. Aksara Batak. Bendera Batak. Ulos Batak, Etnis Batak, Ikan pu Ihan Batak, sampai Kapal ferrypun Kapal Ihan Batak, dll Batak. 

Lagi pula Protap adalah proyek Gagal menurut saya. Ketika orang mendengar Protap, beberapa orang sudah menimbulkan traumatis, akibat kejadian masa lalu. Jangan di ungkit lagi sejarah kelam yang menurut saya tidak pernah kita inginkan yang terjadi dulu.

Mari kita buka lembaran baru, siruasi baru, nama provinsi baru, dengan Presiden yang baru yaitu Provinsi Batak. 

Kalau ada yg tidak setuju, boleh-boleh saja, tetapi jangan marah. Kita boleh adu Argumentasi tentang itu. Kita juga boleh buat forum dan atau Konvensi bila diperlukan. (Tim)

Komentar
Berita Terkini