KPK dan Saber Pungli Diminta Dalami Penanganan Kasus OTT Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Utara

Administrator Administrator
KPK dan Saber Pungli Diminta Dalami Penanganan Kasus OTT Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Utara
Freddy Hutasoit
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Utara Drs Jamel Panjaitan saat digiring tim Saber Pungli beberapa waktu lalu
Taput(Pelita Batak): Masyarakat Tapnuli Utara memberikan dukungan penuh kepada KPK,dan meminta agar penanganan kasus Operasi Tangkap Tangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Utara Drs Jamel Panjaitan didalami dan ungkap sampai ke akar-akarnya. Demikian dikatakan Robert Sihombing kepada Pelita Batak, di Tarutung, Rabu 18 Januari 2017.

 

"Kita masyarakat Tapanuli Utara telah tertipu melihat program pemerintah kabupaten Tapanuli Utara ini, dimana dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dipotong hanya untuk kepentingan pribadi. Apakah ini namanya peningkatan mutu pendidikan?" gugat Robert.

 

Dia mengharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) tetap mendalami kasus OTT tersebut. Sebab tidak mungkin hanya Kepala Dinas Pendidikan yang menikmati pungli tersebut. "Melihat perjalanan para pejabat Kabupaten Tapanuli Utara ini yang kerap ke luar daerah menjadi sebuah tanda tanya, dari mana biaya mereka bepergian, penginapan dan yang lainnya, bisa saja dari pungli selama ini,"katanya.

 

Robert mengatakan sangat memberikan kepercayaan kepada KPK, sebab dari delapan buku rekening yang disita serta penggeledahan telah mendapat bukti keterlibatan pihak lain. 

 

Senada disampaikan Ketua LSM LAKI Harapan Silalahi yang mengharapkan ketegasan dan keseriusan dari Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) dalam pengungkapan tindak pidana korupsi yang terjadi di Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara atas OTT Kadis Pendidikan Tapanuli Utara, dan jangan terpengaruh atas tekanan politik. 

 

"Kita selaku Lembaga Swadaya Masyarakat siap membantu dan mendukung kinerja KPK dan Saber Pungli dalam pemberantasan korupsi,sebab ini merupakan penyelamatan uang Negara," ujar Harapan.(FH)

Komentar
Berita Terkini