KH Ma'ruf Amin : Pembangunan Ekonomi Era Jokowi, Arus Baru Ekonomi Indonesia

Administrator Administrator
KH Ma'ruf Amin : Pembangunan Ekonomi Era Jokowi, Arus Baru Ekonomi Indonesia
rmol

Medan (Pelita Batak):

Calon Wakil Presiden No uurt 1 KH Ma'ruf Amin menyebutkan Indonesia di tahun 2024 sudah ahrus tinggal landas. Kerikil-kerikil dan lumpur penghalang seperti konflik ideologi tidak lagi terjadi di tengah bangsa ini. Bahkan, pembangunan ke depan harus mampu menekan disparitas ditengah masyarakat.

Demikian disampaikan Ma'ruf Amin saat menghadiri Hari Jadi ke-73 Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (5/10/2018) di Tarutung. Alasan itu jugalah yang menjadi alasan Ma'ruf Aming mau mendampingi Jokowi maju di Pilpres 2019 mendatang. Dia juga menyebutkan, bahwa pembangunan ekonomi nasional yang dilakukan Jokowi saat sebagai 'Arus Baru Ekonomi Indonesia'. Disebut arus baru ekonomi Indonesia karena akan mendorong pengurangan angka disparitas, bukan dengan melemahkan yang kuat namun mendorong yang lemah untuk semakin kuat.

"Selama ini Pak Jokowi sudah meletakkan dasar-dasar pembangunan nasional. Supaya bangsa ini, saya harapkan nanti di 2024 bisa tinggal landas. Kita ingin membantu Pak Jokowi, supaya kerikil-kerikil seperti konflik ideologi tidak lagi terjadi," ujarnya.

Bahkan dengan tegas Ma'ruf mengatakan, bahwa bangsa ini tidak bisa dipecah belah, karena sudah memiliki landasan dan dasar yang kuat, Pancasila. "Negara ini bukan pemberian cuma-cuma, tetapi diperjuangkan sampai titik darah penghabisan. Makanya tadi saya ke makam pahlawan nasional Raja Sisingamangaraja ke XII. Saya katakan disana, Bapa sudah berjuang untuk kami dan mengorbankan diri, untuk itu kami berjanji untuk menjaga bangsa ini untuk tetap utuh," ujarnya. 

Dikatakannya, jika ada kelompok yang ingin menghasut dan memecah belah bangsa ini, harus dilawan dan diusir. 

Disinggung Ma'ruf juga alasannya mau maju mendampingi Jokowi memimpin bangsa ini, karena baginya mempersiapkan amsa depan bangsa ini perlu langkah untuk menghapus kerikil-kerikil seperti konflik ideologi. "Untuk apa Bapak Tua menanam pohon, padahal umur bapak sudah tidak lama lagi. Bapa tidak akan mungkin memakan mengenyam buahnya. Apa kata orangtua itu? Saya menanam pohon bukan untuk diri saya, tetapi saya menanam pohon untuk generasi yang akan datang," katanya.

Bangsa ini terdiri dari setidaknya 6 agama dan banyak suku budaya. Telah dipersatukan dalam Pancasila. "Saya mau diajak mendampingi Pak Jokowi bukan untuk saya, bukan untuk Jokowi. Tapi untuk memberi landasan dasar bagi generasi yang akan datang," katanya. (TAp)

Komentar
Berita Terkini