Inginkan Pendidikan dan Pertanian di Taput Jadi Perhatian

JTP Hutabarat : Namarutang do Ahu Tu Huta Ki

Administrator Administrator
JTP Hutabarat : Namarutang do Ahu Tu Huta Ki
ist|Pelitabatak
Dr Jonius Taripar Hutabarat MSi bersama Frengki Simanjuntak SE MSi
Medan (Pelita Batak) :
Rela meninggalkan jabatan yang mumpuni di Kepolisian, Dr Jonius Taripar Hutabarat MSi bersama Frengki Simanjuntak SE MSi ingin membawa Tapanuli Utara keluar dari keterpurukan. Pendidikan dan pertanian menjadi target utama program kerja mereka.

Sebagaimana disampaikan Dr Jonius TP Hutabarat yang maju sebagai calon Bupati Tapanuli Utara periode 2018-2023 bersama pasangannya Calon Wakil Bupati Frengki Simanjuntak saat nongkrong bareng bersama Komunitas Pecinta Tapanuli Utara yang tinggal di Medan, Selasa (20/2/2018). "Sebenarnya saya punya kepentingan hanya membangun, saya biasa di sana (Taput,red) melihat proses yang sudah berjalan. Kalau hanya membangun jalan, itu bukan pembangunan. Namun yang terpenting pembangunan SDM," ujarnya.

Kondisi saat ini, Taput dalam kondisi gelap gulita akan kondisi daerah itu sendiri. Rendahnya kualitas SDM menjadikan akhlak rusak, pemikiran yang tidak positif. Kemiskinan sangat mempengaruhi etika.

"Hanya satu konsepnya, hanya sekolah yang bisa merubah kehidupan manusia. Makanya dahulu missionaris datang, yang pertama dibangun adalah sekolah," ujarnya.

Memiliki pendidikan akan mampu memotivasi diri, tapi yang tidak sekolah akan berpikir sama semuanya. "Masalah rezeki, di tangan Tuhan. Namun orang berusaha sudah pasti menghasilkan," ujarnya.

Jika diizinkan memimpin Tapanuli Utara, Jonius akan kembangkan sektor pertanian. Melakukan klasifikasi lahan dengan kesesuaian tanaman yang layak dibudidayakn. "Hanya di Pagaran yang benar-benar menerapkan tujuan pertanian itu, petani tembakau disana secara serentak, namun masih minim perhatian pemerintah," ujarnya.

Tidak zamannya lagi petani di Taput, bertani tapi tanaman yang ditanam beragam jenis sehingga tidak berpengaruh kepada kehidupannya secara signifikan. "Kita agraris, tapi Raskin masih masuk dan beras kebutuhan sehari-hari diimpor," ujarnya.

Demikian halnya tentang pariwisata. Sekaitan dengan Danau Toba, untuk Taput hanya memiliki garis pantai yang sangat sedikit. Maka itu, yang perlu diperhatikan adalah di daratan. "Bagaimana mengembangkan dan mengemas situs sejarah missionaris kristen di Tapanuli Utara menjadi objek yang bernilai.

Banyak konsep yang sudah dipersiapkan JTP Hutabarat. "Kalau hanya bertujuan memuaskan masyarakat, masyarakat tidak pernah puas. Namarutang do au tu huta ki," katanya ketika kembali ditanyakan kenapa rela meninggalkan pangkat dan jabatan yang sudah mumpuni di kepolisian.

Romein Manalu ST seorang pengusaha di Medan asal Tapanuli Utara mengatakan JTP Hutabarat memiliki lima ciri kepemimpinan di pustaha Batak. Termasuk didalamnya, ada tiga jenis raja di kehidupan orang Batak, yaitu Raja Jolo, Raja Napinajolo, dan Raja Napajolo jolohon.

"Sosok JTP Hutabarat ima raja napinajolo," katanya.

Diharapkan JTP Hutabarat saat memimpin Taput nantinya akan memberikan yang terbaik, terlebih sesuai dengan visi dan misi selama kampanye nantinya.

Romein berharap para pemilih di Tapanuli Utara lebih bijaksana dalam menentukan pilihannya, demi masa depan Tapanuli Utara ke depan. (TAp)
Komentar
Berita Terkini