FGD Pimpinan Sinode Gereja: Perbedaan Terjadi Seijin Tuhan, Menjaga Kesatuan Bangsa Tugas Warga Gereja

Administrator Administrator
FGD Pimpinan Sinode Gereja: Perbedaan Terjadi Seijin Tuhan, Menjaga Kesatuan Bangsa Tugas Warga Gereja
Adol Frian Rumaijuk
Usai FGD, pembicara, panitia serta peserta mengunjungi STT HKBP Nommensen Pematangsiantar

Pematangsiantar (Pelita Batak):

Sebagai warga gereja dari berbagai lintas Pimpinan Sinode yang ada di Indonesia harus mensyukuri anugerah Tuhan yang telah memberikan kemerdekaan bagi bangsa ini sejak tahun 1945. Campur tangan Tuhan dalam mempersatukan tekad para pendiri bangsa ini, sehingga tercipta harmoni dan persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Demikian disampaikan Pdt Prof John A Titaley ThD (UKIM Ambon) saat menjadi pembicara dalam Focus Group Diskusi Pimpinan Sinode Gereja se Sumatera Utara dengan tema 'Memahami Kehendak Tuhan yang Maha Kuasa, Menuju Gereja Kristen yang Esa' dengan nats kitab 'Di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah kepala'. (Efesus 4:15).

Diskusi yang dilakukan oleh Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Kota Pematangsiantar yang diketuai Dr med Sarmedi Purba SpOG dengan pelaksana, Marulam Simarmata. 

Prof John dengan topik Indonesia Teologik : 'Kesetaraan Kemanusiaan' (Menuju Gereja Yang Esa) menyampaikan, berbagai latarbelakang dalam sejarah perjalanan bangsa ini, jelas campur tangan Tuhan sudah terjadi. Kondisi ini harus tetap dijaga, sehingga keutuhan berbangsa dan bernegara tetap kuat.

Menurut Prof John, kesadaran warga gereja lewat kesatuan cara pandang, akan mampu menopang utuhnya NKRI. "Kita sangat bersyukur, saudara kita dari NU telah menyatakan adanya Muslim Nusantara. Demikian juga halnya dari lembaga gereja, kita harapkan akan bersatu menuju gereja yang esa, Gereja Indonesia," katanya dalam diskusi yang juga dihadiri Marin Purba (Mantan Wali Kota Siantar), Pdt Saut Sirait,  Kristian Silitonga, Bantors Sihombing,M.Si. dengan penanggap Teologis oleh Wakil Ketua STT HKBP Nommensen, Hulman Sinaga, Pdt Dr Albertus Patty (Ketua PGI/GKI), Pdt Dr Darwis Manurung MPsi (Ketua PGIW Sumut) dan sebagai pemandu diskusi Jeirry Sumampow.

Pdt Darwis Manurung juga menyampaikan bahwa perbedaan yang ada baik di dalam gereja, lingkungan bahkan berbangsa dan bernegara terjadi karena seizin Tuhan. Tidak ada yang terjadi begitu saja, dan segala sesuatunya terjadi untuk saling menopang dan memberi makna satu sama lain. 

Darwin sependapat, dengan perbedaan, gereja harus mampu bersatu khususnya dalam memandang kepentingan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI dan Pancasila.

Di akhir diskusi, sebagai apresiasi dari panitia kepada pembicara dan undangan, Ketua PIKI Kota Pematangsiantar Dr med Sarmedi Purba SpOG memberikan cinderamata berupa pakaian adat Simalungun. (TAp)

Komentar
Berita Terkini