Dokter Praktik Wajib Miliki Surat Tanda Registrasi (STR)

Administrator Administrator
Dokter Praktik Wajib Miliki Surat Tanda Registrasi (STR)
mediamanado.com
Ilustrasi dokter

Tarutung(Pelita Batak): Setiap dokter praktek wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Jika tidak, maka setiap tindakan dokter dalam melakukan pelayanan terhadap pasien, tidak dapat diper­tanggungjawabkan secara hukum. Hal itu mengacu undang-undang nomor 29 tahun 2004, tentang praktik kedokteran.

 

Bagi dokter yang nekat berpraktk tanpa STR diancam sanksi denda sampai Rp100 juta atau kurungan penjara sampai tiga tahun. Itu sebabnya setiap dokter diwajibkan memiliki STR, yang dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia dan mulai tahun 2005 pendidikan di beberapa fakultas kedokteran mulai menggunakan sistem kedokteran berbasis kompetensi (Modul KBK) sehingga pendidikan dokter dapat ditempuh dalam waktu 5 tahun. Tetapi dokter yang lulus dari program 5 tahun tersebut harus mengikuti progam internship selama satu tahun.

 

dr J Sihombing  menyebutkan pemerintah menerapkan bagi dokter yang baru lulus melakukan interenship guna proses pemantapan mutu profesi dokter untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan, secara terintegrasi, komperhensif, mandiri serta menggunakan pendekatan kedokteran keluarga dalam rangka pemahiran dan penyelarasan antara hasil pendidikan dengan praktik di lapangan,serta  merupakan tahap pelatihan keprofesian pra-registrasi berbasis kompetensi pelayanan primer guna memahirkan kompetensi yang telah dicapai setelah memperoleh kualifikasi sebagai dokter melalui pendidikan kedokteran dasar.

 

Beredar informasi tentang adanya dokter di Tapanuli Utara yang saat ini telah menjadi PNS, padahal saat pelamaran belum memiliki STR. Sayangnya, belum ada konfirmasi dari pihak terkait mengenai masalah ini, antara lain Kepala BLD Taput dan dokter yang bersangkutan.(FH)

Komentar
Berita Terkini