Dirut BPODT Terima Audiensi Kelompok Mahasiswa

Administrator Administrator
Dirut BPODT Terima Audiensi Kelompok Mahasiswa
TAp|pelitabatak
Dirut BPODT Arie Prasetyo dan jajarannya bersama Rico Nainggolan dan kawan-kawan berdiskusi
Medan (Pelita Batak):
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo menerima audiensi sejumlah pemuda yang mengatasnamakan dirinya sebagai aliansi Mahasiswa Peduli Danau Toba di kantornya, Jl Pattimura Medan, Senin (20/5/2019). Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan untuk mendorong pembangunan pariwisata kawasan danau toba.

Didampingi Direktur Destinasi Pariwisata Tata dan Kepala Divisi Pemasaran Mancanegara Wahyudito, Arie menjelaskan bahwa BPODT dibentuk dengan dua ruang lingkup fungsi yaitu kordinatif dan otoritatif. "Untuk lingkup otorita kita dibatasi hanya untuk lahan yang 386 hektare, sementara fungsi kordinatif merupakan kordinasi dengan delapan kabupaten termasuk Pakpak Bharat," kata Arie.

Dikatakan Arie, kehadiran BPODT bukan berarti melakukan seluruh pelaksanaan fisik pembangunan kawasan pariwisata. Namun lebih kepada mengkordinasi proses pengembangan pariwisata di masing-masing kabupaten dengan tujuan pembangunan kepariwisataan bisa saling menopang di sekitar danau toba. "Dukungan semua pihak tentu akan membantu pembangunan di kawasan Danau Toba, kami tidak akan bisa melakukannya sendiri," katanya.

Wujud nyata yang bersentuhan dengan kehidupan masyarakat sekitar, BPODT melakukan pelatihan dan pembinaan terhadap kegiatan kepariwisataan yang dilakukan masyarakat. Bagaimana menyajikan makanan yang higienis, menata homestay yang layak dan berbagai hal lainnya.

Hal itu dikatakan Arie untuk memberikan penjelasan kepada Aliansi Mahasiswa Peduli Danau Toba yang dipimpin Rico Nainggolan, didampingi Prima Sinaga, Anbrin BW Simbolon, Benny SP Manurung dan Tommy Sinaga. Sebagaimana disampaikan Rico pada kesempatan itu, menanyakan apa peran secara langsung BPODT yang bisa dirasakan warga sekitar danau toba. Serta bagaimana peran BPODT untuk mendorong percepatan pembangunan pariwisata di danau toba.

Pada kesempatan itu, Rico dan kawan-kawan juga meminta sejumlah dokumen kepada BPODT berupa hasil audit pelaksanaan kegiatan BPODT dan program kerja. Yang kemudian diminta Dirut agar pihaknya menyurati BPODt terlebih dahulu untuk permintaan dokomen-dokumen tersebut dengan tujuan pemanfaatan dokumen dimaksud. (TAp)
Komentar
Berita Terkini