Dirjen PKH Klarifikasi Keberadaan Daging Beku Ilegal di Medan

Administrator Administrator
Dirjen PKH Klarifikasi Keberadaan Daging Beku Ilegal di Medan
tap|pelitabatak

Medan (Pelita Batak):

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI drh I Ketut Diarmita MP menyatakan tidak ada daging beku ilegal beredar di Medan. Hal itu sesuai dengan data dan survei ke Medan yang dilakukan, Sabtu (10/3/2018).

Setelah melakukan pertemuan dengan berbagai instansi terkait di Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Sabtu (10/3/3018). Peninjauan dilanjutkan ke coldstorage milik Bulog tempat penyimpanan daging kerbau beku eks impor asal India di Bilal.

Peninjauan dilakukan bersama Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM, Kepala Balai drh Agus Sunanto MP. Juga dihadiri Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi, Bulog, Disperindag Sumut dan Kepala Balai Veteriner Medan drh Sintong HMT Hutasoit MSi serta stakeholder lainnya.

Dari kunjungan ini, disimpulkan bahwa daging beku yang beredar di pasar tradisional tidak ilegal. Namun untuk edukasi kepada masyarakat, agar Bulog membuat informasi tentang jenis daging yang dijual di pasar. "Sehingga masyarakat tidak salah persepsi, buat informasi tentang jenis daging yang dijual," ujarnya.

Maka dengan ini, dinyatakan bahwa tidak ada daging beku impor illegal di Medan.

Disampaikan bahwa daging kerbau beku yang masuk ke Medan sebanyak 130 ton eks impor India hingga Maret 2018 dan daging sapi eks impor Australia sebanyak 40.955 kg tahun 2017 dan sebanyak 31.566 kg hingga Maret 2018. Pengiriman ke Medan melalui darat dan laut (Belawan).

Dikatakan Parlindungan Purba sebelumnya, sebagaimana tupoksi Komite II di bidang pertanian, peternakan, perindustrian dan perdagangan ia langsung merespon pemberitaan tersebut. 

"Kita langsung jemput bola, dan kita harapkan masyarakat bisa memahami kondisi yang terjadi," ujarnya.

Lewat kunjungan Dirjen PKH ini, diharapkan Parlindungan agar masyarakat di Sumut khususnya di Medan. "Sudah kelar persoalannya, jadi mari kita sama-sama menjaga kondusivitas di Medan," ujarnya. (TAp)

Komentar
Berita Terkini