Depriwanto Sitohang, ST, MM : Saya Adalah Orang yang Berhutang Kepada Dairi

Administrator Administrator
Depriwanto Sitohang, ST, MM : Saya Adalah Orang yang Berhutang Kepada Dairi
ist|Pelitabatak
Calon Bupati Dairi Depriwanto Sitohang, ST, MM didampingi oleh Dua Intelektual Muda Kabupaten Dairi foto bersama dalam sebuah kesempatan

Medan (Pelita Batak):

Didampingi oleh dua Intelektual Muda Kabupaten Dairi Delphi Masdiana Ujung, SH, M.Si, dan Jonson Rajagukguk, S. Sos, SE, M.AP yang juga Dosen Sospol di berbagai PTS Kota Medan Depriwanto Sitohang, ST, MM secara tegas mengatakan saya mau jadi Bupati Dairi karena saya ingin membayar hutang saya kepada Dairi karena saya lahir, tumbuh, menjadi anak-anak, menjadi remaja, menjadi dewasa, dan saat ini saya tinggal di Kabuopaten Dairi. Jadi saya adalah orang yang sangat berhutang kepada Dairi. Untuk membayar hutang ini saya maju sebagai calon Bupati Dairi (201802023) dengan tujuan jadi "parhobas" dan mempersiapkan masa depan bersama Dairi yang lebih makmur, sejahtera dan berkeadilan dengan cara bekerja bersama secara bersama-sama dengan rakyat, tegas Depriwanto Sitohang, ST, MT di Sidikalng baru-baru ini, Minggu, (15/06/2018). 

Depriwanto dengan tegas mengatakan dirinya dirinya sudah siap jadi Parhobas dalam bahasa Indonesiaa dalah pelayan masyarakat yang sesungguhnya dengan mengunnakan semua apa yang dimilikinya untuk kemajuan Kabupaten Dairi kedepan. Hanya saja Depri mengatakan Dairi  itu perlu dibangun bersama-sama karena ini adalah rumah kita bersama, tegas Depri yang juga lulusan Magsiter Manajemen Universitas HKBP Nommensen (UHN) ini.

 

Derpi juga mengtakana Berangkat dari kerinduan kita bersama untuk memajukan Dairi maka saya maju jadi Bupati bukan karena ambisi saya pribadi. Tetapi sebuah panggilan untuk membayar hutang betapa Kabupaten dairi ini sudah menjadi darah saya karena disinilah saya lahir dan besar, berkarya. Ini kampung halaman saya dan tidak mungkin kampung saya ini rusak jika rakyat mempercaya saya nantinya, tegas Depri lagi.

Depri juga menamabahkbn, Tapi semuanya tergantung kepada rakyat. Jika saya dipercaya oleh masyarakat dalam memilih saya jadi parhobas di Dairi ini maka ini akan jadi utang yang sangat besar. Saya pun sangat menyadari saya tidak bisa bekerja dengan sendiri.

Semua harus bersatu padu untuk membangun Dairi karena ini adalah rumah kita bersama. Kebersamaan, kesepahaman mengenai visi dan misi adalah kata kunci dalam membangun Dairi ini. Jaman semkain maju, meminjam istilah Prof. Rhenadl Kasali ini adalah "jaman now" dan era disrupsi Revolusi 4.0. Tapi bagi saya itu bukan ancaman tetapi sebagai peluang karena Tuhan akan menganugerahkan Dairi dengan kesejahteraan dan kemakmuran kalau kita yakin akan AnugerahNya. 

Sekali lagi, mari membangun Dairi dengan spirit yang  sama, bekerja bersama, punya visi ynag sama.

Hanya dengan demikian Dairi yang kita cintai ini akan jadi rumah bersama kita yang memberikan kitaa kesejahteraan, keadilan, dan juga kemakmuran. Salam sejahtera bagi kita semua. Sementara Delphi Masdiana Ujung SH, M.Si dalam pandangannya mengatakan apa yang dikatakan oleh Depri sudah sangat tepat karena Depri pada awalnya maju untuk membangunj kampung halaman dan bagaimana menjadikan Dairi ini lebih baik dan punya "bargining posision" yang baik di Sumut dan juga nasional. Kita dukung Depri dalam membayar hutangnya kepada masyarakat Dairio, tegas Delphi. 

Hal yang sama juga dikatakan oleh Jonson Rajagukguk, S. Sos, SE, M.AP yang juga staf pengajar berbagai PTS di Kota Medan niat dan komunikasi poitik yang dibangun oleh Depri sangat tepat.

Depri memberiklan pendidikan politik yang bagus bagi masyarakat Dairi. Semoga Hutang Depri pada Dairi dalam bentuk panggilan jiwa untuk melayani bisa segera terwujud pada Pilkada tahun 2018 ini dan saya harapkan Depriwanto Sitohang bisa jadi pemenang, tegas analis politi Pusat Studi Ekonomi Politik dan Pembangunan (PUSPE) ini lagi.  (*|TAp)

Komentar
Berita Terkini