DPP N4J Serukan Doa Bersama untuk Korban Gempa yang Guncang NTB

Administrator Administrator
DPP N4J Serukan Doa Bersama untuk Korban Gempa yang Guncang NTB
IST|pelitabatak
Dr RE Nainggolan MM

Medan (Pelita Batak) :

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nusantara Untuk Jokowi (N4J) Dr RE Nainggolan MM menyampaikan turut bela sungkawa atas korban yang ditimbulkan gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) pukul 18.46 WIB, Minggu (5/8) kemarin. Gempa dengan kekuata  7 Skala Richter (SR) memporak-porandakan Nusa Tenggara Barat (NTB) pukul, setelah gempa tersebut, tercatat ada 47 gempa susulan hingga pukul 22.00 WIB.

Seluruh relawan yang tergabung diajak untuk berdoa dan melakukan upaya pascabencana tersebut. Upaya-upaya kemanusiaan untuk membantu beban dan duka yang dialami saudara sebangsa dan setanah air. 

"Seluruh relawan di Nusantara kita ajak untuk berdoa bersama, atas bencana gempa bumi yang menimpa saudara kita di Lombok," kata RE Nainggolan. 

Imbauan ini telah disampaikan kepada seluruh DPD dan DPC lewat pesan group WA yang menjadi media komunikasi N4J. Manta Bupati Tapanuli Utara ini berharap seluruh warga yang ada di radius gempa selamat dan segera mendapat penanganan dari pemerintah.

Relawan yang tergabung di N4J diimbau untuk turut memberikan perhatian dalam penanganan bencana ini. Khususnya dalam membantu pemerintah dalam melakukan penanganan para korban bencana.

Sebagaimana diketahui, sesuai keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Senin (6/8/2018) subuh. Sutopo menerangkan gempa berkekuatan 6,4 SR lebih dulu mengguncang dan mengakibatkan warga NTB panik. Di tengah kepanikan tersebut, gempa 7 SR datang terjadi dan menambah kepanikan warga hingga lari berhamburan ke luar rumah dan bangunan.

"Peringatan dini tsunami menyebabkan masyarakat makin panik dan trauma sehingga mengungsi di banyak tempat," jelas Sutopo.

Sutopo menjelaskan sampai saat ini Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih melakukan evakuasi dan penyisiran korban. Namun kondisi gelap dan matinya sistem komunikasi menjadi kendala di lapangan.

"Kondisi malam hari dan sebagian komunikasi mati menyebabkan kendala di lapangan. Diperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan," terang Sutopo.

Sebelumnya, 82 korban tewas akibat gempa di NTB. Sebagian besar korban tewas karena tertimpa bangunan yang roboh.

Gempa 7 SR terjadi pada Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB. Lokasi gempa berada di titik 8.37 LS dan 116.48 BT. Gempa terjadi pada kedalaman 15 km dan sempat dinyatakan berpotensi tsunami oleh BMKG. (TAp/dtc)

Komentar
Berita Terkini