DPD RI Minta Pertamina Jangan Abaikan Masyarakat Terdampak Eksplorasi Seismik di Medan

Administrator Administrator
DPD RI Minta Pertamina Jangan Abaikan Masyarakat Terdampak Eksplorasi Seismik di Medan
adol|pelitabatak
Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM berbincang dengan warga pemilik lahan yang terganggu akibat eksplorasi seismik minyak bumi di Danau Siombak
Medan (Pelita Batak):
Warga pemilik lahan di kawasan Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan dicemaskan dan resah dengan adanya aktifitas eksplorasi seismik minyak bumi. Kawasan yang digunakan warga sebagai lokasi tambak-tambak ikan itu terganggu, dan beberapa tembok penahan tambak rubuh namun mereka tidak mendapat ganti rugi.

Seperti disampaikan Juk Lim pemilik tambak di kawasan Danau Siombak mengaku bahwa tambaknya terganggu sejak adanya eksplorasi seismik minyak bumi di kawasan itu. "Waktu itu kita pernah memang diundang kekelurahan untuk sosialisasi dengan janji ganti rugi yang sangat menjanjikan, namun setelah itu tidak ada sampai saat ini. Bahkan, tiba-tiba ledakan terjadi saat eksplorasi, kami tidak diberitahu lagi," ujarnya saat bertemu dengan Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM di lokasi tambaknya yang terdampak, Jumat (25/5/2018).

Menurut Juk Lim, kini minyak bumi sudah disedot dari kawasan tersebut, namun warga tidak mendapat ganti rugi. "Demikian juga yang ada di Hamparan Perak, bahkan saat itu minyak muncrat kepermukaan dan warga ikut menambang dan menyuling minyak itu. Itupun tidak ada kita diberikan ganti rugi," ujarnya.

Sementara saat ini, bila di kawasan Danau Siombak bubur minyak disedot dengan pipa, di Hamparan Perak telah didirikan pompa untuk meambang minyak bumi. "Kami tidak mendapat apa-apa," ujarnya sembari menjelaskan pernah diundang ke Kekelurahan, dan diberikan amplop dengan isi uang Rp 150.000 beberapa kali.

Menanggapi hal ini, Parlindungan Purba yang merupakan senator asal Sumut, meminta pihak Pertamina untuk tidak mengabaikan hak warga. Sementara proses penambangan minyak sudah berlangsung.

"Ini informasi yang menarik. Saya akan pertanyakan ini ke Pertamina, siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang mengabaikan kondisi ini berlarut," tegas Parlindungan.

Dia mengatakan, akan segera bertemu dengan pihak PT Pertamina, untuk mempertanyakan hal itu. Sebab ada kerugian yang dialami masyarakat. (TAp)
Komentar
Berita Terkini