PILKADA TAPUT 2018: UJIAN BAGI KENETRALAN ASN & POLRI

Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan & Intimidasi: Berdemonstrasi

Administrator Administrator
Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan & Intimidasi: Berdemonstrasi
Jeje tobing
Plt Bupati Taput Mauliate Simorangkir menjumpai pengunjukrasa dan memberikan sejumlah statement

Laporan : Jeje Tobing

Taput (Pelita Batak):

Suhu politik dalam masa kampanye Pilkada 2018 di Taput, menimbulkan berbagai pertanyaan ditengah masyarakat, khususnya bagi kubu atau pihak yang mengalami perlakuan intimidasi. Bukan hanya sebatas intimidasi, tetapi dalam dua minggu terakhir sudah terjadi tindakan kekerasan atau penganiayaan diberbagai tempat khususnya terhadap kubu pasangan Nomor Dua dan diketahui juga dialami oleh kubu paslon nomor tiga.

Dilatarbelakangi oleh beberapa tindakan yang mencederai iklim demokrasi tersebut, Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan & Intimidasi: akhirnya melakukan aksi unjuk rasa dan demonstrasi (Jumat,  22/06-2018) ke Gedung DPRD Taput,  Kantor Bupati Taput dan Kantor Kapolres Taput.

Di kantor Dewan, para pengunjuk rasa yang diikuti sekitar 200 orang itu diterima setelah beberapa saat oleh beberapa Anggota Dewan seperti Wakil Ketua Dewan Ottonier Simanjuntak, Jonggi L. Tobing  dll;  Unjuk rasa i kantor Dewan ini akhirnya membuahkan tindakan dimana Kadis Catatan Sipil langsung dipanggil untuk dimintai keterangan.

Terkait kejadian yang mencederai iklim demokrasi tersebut, Plt Bupati Taput,  Mauliate Simorangkir sebelumnya sudah pernah mengeluarkan pernyataan dan warning, dan diterbitkan oleh Harian SIB (Rabu, 13/06-2018) dengan judul: "Jangan Intimidasi masyarakat hanya untuk kepentingan politik"

Dalam tatap muka dengan para pengunjuk rasa,  Bapak Mauliate Simorangkir, yang akhirnya menemui pendemo setelah 15 menit,  antara lain menyampaikan:

"di Republik ini tak ada yang istimewa karena walaupun kejadian ini berada di Taput tetapi tetap bahagian dari NKRI jadi siapa saja ASN yang diduga terlibat dan ada data lengkapnya, maka saya akan mengusutnya sampai ke Jakarta. Saya adalah pejabat publik jadi tugas saya dan juga polisi untuk mengedukasi rakyat agar rakyat tau meminta haknya dan kewajibannya dalam penyelenggaraan negara" papar Plt Bupati dan disambut tepuk tangan oleh pendemo.

 

Plt. Bupati Tapanuli Utara, juga menyampaikan dan menekankan agar Masyarakat Taput semakin bijak dan pintar dalam memilih calon pemimpin dan berharap agar proses Pilkada Taput berjalan dengan kondusif dan aman. 

"Pulanglah dengan sejahtera, edukasilah warga Taput: nanti hari Minggu sudah memasuli hari tenang, berdoa lah dan bisikkanlah dihati masing masing supaya nanti "Anak Tuhan" lah yang terpilih untuk memimpin di Taput.  Saya mohon maaf khususnya kepada masyarakat Tapanuli Utara karena sejak terpilih saya tidak dapat melaksanakan janji saya yang dulu dan saya tidak mau lagi berdusta kepada kawan kawan apa yang sudah dan akan saya lakukan. Tuhan memberkati saudara/i sekalian, pulanglah dalam damai," tutup Plt Bupati mengakhiri tanggapannya dihadapan para pengunjuk rasa.

Terkait situasi dimana sebelumnya pengunjuk rasa sempat kecewa karena pintu kantor Bupati ditutup, orator atau juru bicara pengunjuk rasa menjelaskan bahwa kuat dugaan bahwa ada pihak tertentu yang mengintervensi supaya pintu kantor Bupati ditutup bagi pengunjuk rasa dan supaya tak seorangpun pejabat menemui pengunjuk rasa.

"Kami memperoleh informasi bahwa pintu ini sengaja ditutup supaya kita bertindak brutal atau bentrok dengan pihak keamanan tetapi kita tidak mau hal itu terjadi. Kita sudah tau maksud mereka," seru Tulus dengan semangat dihadapan pendemo.

"Sampai sejauh ini, kita jangan mau mengotori aksi damai ini dengan tindakan konyol. Tetapi apabila tidak seorangpun pejabat pemkab yang menemui kita maka aksi yang lebih besar akan kita gelar setelah Pilkada selesai" sebut Tulus Nababan mengingatkan dengan tegas.

Ditempat terpisah di depan Kantor Kapolres, juru bicara yang lain, Lambas Pasaribu kembali mengingatkan kejadian penggeledahan pada salah satu rumah warga di Siborong-borong, dimana salah seorang SKPD melakukan tindakan yang dinilainya brutal dan arogan.

"Kami ingatkan kembali agar laporan atas penggeledahan sebuah rumah di Siborong-borong yang dilakukan oleh Rudi Sitorus supaya segera ditindaklanjuti. Demikian juga tindakan kekerasan atau pengeroyokan terhadap saudara kami Julius Gultom supaya pelakunya segera ditangkap dan diadili," tuntut Lambas 

Pada kesempatan itu, Lambas juga menyampaikan bahwa perbuatan intimidasi yang diduga dilakukan oleh salah satu kubu Pasangan Calon sudah terjadi sejak bulan Februari 2018, namun dari sekian banyak laporan pengaduan belum satupun yang dituntaskan sesuai peraruran yang berlaku.(*)

Komentar
Berita Terkini