Aksi Demo GNKR di DPRD Sumut Ricuh

Administrator Administrator
Aksi Demo GNKR di DPRD Sumut Ricuh
Antarafoto

Medan (Pelita Batak):

Aksi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) di depan Gedung DPRD Sumatera Utara berlangsung ricuh.

Diberitakan antaranews, usai melaksanakan shalat tarawih, ribuan orang yang berkumpul kembali berdemonstrasi. Namun, demonstrasi kali ini berlangsung ricuh.

Pantauan di lapangan, massa yang berdemonstrasi itu mayoritas adalah mahasiswa dan mereka mulai melempari polisi dengan botol air kemasan.

Tidak hanya itu, mereka bahkan menghancurkan penghalang dengan cara menginjak-injak kawat berduri yang yang dipasang di sepanjang Jalan Imam Bonjol, Medan, di mana Gedung DPRD Sumatera Utara itu terletak. 

Aksi ini membuat Kepala Polrestabes Medan, Komisaris Besar Polisi Dadang Hartanto, marah. Ia langsung menaiki mobil Raisa (Pengurai Massa) sambil meminta pertanggungjawaban Ketua Presidium Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat dan Relawan 02, Rabualam Syahputra.

"Rabualam tanggung jawab, Heriansyah tanggung jawab, tanggung jawab dunia akhirat. Rabualam jangan kau lepas anak-anak muda ini," teriak Hartanto melalui pengeras suara.

Dialog

Tidak berselang lama, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, langsung melakukan dialog dengan masa aksi.

Dalam dialognya ia menegaskan akan bertanggung jawab terhadap keamanan dan kekondusifan kota Medan.

"Saya Kapolrestabes Medan, saya menjaga tempat ini jauh hari sejak kita dari KPU. Hari ini saya jaga dengan segala upaya dan keringat untuk menjaga adik-adik supaya tidak ada satupun korban di sini. Karena saya cinta kepada adik-adik semua," katanya, disambut teriakan takbir oleh masa aksi

Ia menegaskan bahwa apa yang menjadi pernyataannya akan dipertanggungjawabkan. "Sampai mati saya akan bertanggung jawab. Kita sama-sama ingin mati syahid, saya tidak ingin kita beradu disini," ujarnya.

Pada kesempatan itu Kombes Pol Dadang Hartanto juga mengklarifikasi mengenai sikap pihak kepolisian yang dikatakan masa aksi tidak manusiawi.

"Apabila pihak kepolisian melakukan kesalahan pasti dilakukan upaya-upaya penindakan. Saya minta kita semua harus sama-sama menjaga, karena tidak akan mungkin saya melukai adik-asik semua," tuturnya

Hingga saat ini, masa aksi masih bertahan di depan gedung DPRD Sumut sambil menunggu keputusan dari Ketua Presidium Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat dan relawan 02 Rabualam Syahputra yang sedang melakukan negosiasi dengan pihak aparat TNI-Polri. (Ant|TAp)

Komentar
Berita Terkini