Palu dan Duka yang Nyata: Gempa 7.7 SR setara 200 x Bom Hirosima

3 Hari Pasca Gempa Palu, Keluarga Tobing Belum Dievakuasi

Administrator Administrator
3 Hari Pasca Gempa Palu, Keluarga Tobing Belum Dievakuasi
Dok Keluarga
Ipo Maider Tobing, istri dan cucu

Gempa berkekuatan 7,7 SR yang terjadi di Palu pada Jumat 28 Septembwr 2018 dan mengakibatkan gelombang tsunami yang menghantam kawasan Donggala, telah menimbulkan

banyak korban, meninggalkan beragam kisah pilu dan kengerian.


Hingga kini, yang tercatat sudah ada 844 orang korban jiwa, 604 luka berat dan 82 ribuan dalam pengungsian dan tidak tertutup kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah mengingat masih banyak reruntuhan bangunan yang belum diperiksa.


Ada ribuan bangunan yang rusak dan ratusan ruas jalan yang hancur namun upaya evakuasi dan pemulihan, hingga saat ini masih  mengalami kendala.


3 Hari Pasca Gempa, Keluarga Tobing Belum Dievakuasi


Salah satu kawasan yang paling hancur adalah wilayah perumahan Balaroa dimana ada sekitar 700 an rumah yang hancur hampir rata dengan tanah, bahkan ada juga yang terhisap pada kedalaman 5 meter.


Dari seorang anggota keluarga penulis (Torang L. Tobing) yang selamat dari bencana, via telefon tadi sore menginformasikan kepada keluarga bahwa salah satu rumah di perumahan Balaroa, yang  dihuni oleh IPO MAIDER L. TOBING, Istri Br SIAHAAN dan seorang cucu bernama POLY, hingga kini belum bisa dievakuasi.


"Mereka sudah meninggal tapi kami tak bisa berbuat apa apa. Kami mohon bantuan evakuasi segera dari Basarnas," sebut Torang sambil terisak.


Torang, dalam suara kepiluan via telfon berkisah bahwa tangan Bpk Ipo Maider Tobing terlihat nyembul ke atas ditengah reruntuhan rumah. 

"Andaikan ada pertolongan yang segera, mungkin saja bapak masih bisa terselamatkan," jelasnya.


Ipo Maider L Tobing, semasa hidupnya bekerja sebagai PNS di lingkungan Pemkab/Pemkot Palu dan terakhir mengabdi di Kantor Walikota Palu dan pensiun.


Gempa 7.7 SR setara 200 x Bom Hirosima


Dalam siaran Pers Badan Pengkajian dan Penerapan Tehnologi (BPPT) di Jakarta pada hari Sabtu, 29 September 018, sebagaimana dilansir oleh sebuah media cetak nasional: menyebutkan bahwa kekuatan gempa Donggala Palu setara dgn 200 kali lipat bom Hirosima.


"Energi Gempa 7.4 SR itu adalah sekitar 2,5 x 10^20 Nm atau setara dengan 3 x 10^6 Ton TNT" atau setara dengan 200 kali lipat Bom Atom yang terjadi di Hiroshima," demikian penuturan Deputi Tehnologi Industri Rancang Bangun BPPT, Wahyu W Pandu.


Menurut salah seorang pejabat di BPPT sebagaimana disiarkan secara langsung oleh Kompas TV tadi siang,  menjelaskan bahwa sesar 'Palu Koro' percis berada dibawah kawasan Perumahan Balaroa.


"Tidak mengherankan jika terjadi kerusakan parah dikawasan Balaroa karena lintasan gempa tersebut percis berada dibawah kawasan tersebut," beber pejabat tersebut pada  kompas tv dalam tajuk breaking news tadi siang.(Jeje Tobing)

Komentar
Berita Terkini