2017 Nias Nol Rabies, Dirjen PKH Bersama Parlindungan Purba Minta Dipertahankan

Administrator Administrator
2017 Nias Nol Rabies, Dirjen PKH Bersama Parlindungan Purba Minta Dipertahankan
Tap|Pelitabatak
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI drh I Ketut Diarmita MP bersama Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM dan Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan

Medan (Pelita Batak):

Saat kunjungannya ke Medan, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI drh I Ketut Diarmita MP bersama Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM mendapat informasi bahwa temuan rabies di Kepulauan Nias nol di tahun 2017.

Sebagaimana dilaporkan Kepala Balai Veteriner Medan drh Sintong HMT Hutasoit MSi dalam rapat di Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Sabtu (10/3/3018).

Dilaporkan Sintong, tahun berurut sejak tahu 2014 jumlah laporan yang diterima 4 kasus dan 3 positif rabies, 2015 jumlah laporan 10 kasus dan 4 positif rabies, 2016 jumlah laporan 9 kasus dan 2 positif rabies dan 2017 sari sebanyak 6 laporan kasus seluruhnya negatif rabies.

Meski sebelumnya, kata Sintong, vaksin yang seharusnya untuk Nias rusak akibat energi listrik drop, telah bisa diatasi setelah dilakukan penggantian. 

Menanggapi hal itu, Dirjen I Ketut mengapresiasi laporan tersebut. Namun untuk mengatakaan Nias bebas rabies harus dengan data selama tiga tahun berturut-turut tidak terinveksi.

"Menurut WHO, jika 80 % dari populasi tervaksin aktif maka akan mampu mereduksi dampak penyebaran virus," katanya.

Ia berharap vaksinasi agar terus dilakukan sehingga jaminan bebas rabies bisa terjadi. 

Terkait keterbatasan vaksin, I Ketut betharap agar dikelola dengan benar. "Lakukan saja terfokus pada daerah yang endemik, sehingga bisa lebih terjangkau. Bahkan ia berharap dana dari APBN difokuskan ke Nias, kabupate  lain seperti Medan digunakan dari APBD," katanya.

I Ketut menyarankan agar vaksin yang digunakan benar-benar lewat uji dan layak. "Kita ada beberapa vaksin yang biasa kita gunakan, saya tidak sarankan salah satu diantaranya, namun kita minta yang lebih baik," ujarnya.

Dirjen juga mewanti-wanti agar laporan yang diterima sudah mewakili seluruh kawasan Nias.

Parlindungan Purba mengatakan agar Balai Veteriner Medan jangan berpuas diri dengan kondisi ini. "Kita harus tetap waspada, karena Nias merupakan daerah yang menjadi perhatian Presiden Jokowi untuk pengembangan pariwisata dan kelauatan," ujarnya.

Kita juga apresiasi rencana Dirjen untuk mendorong Nias Bebas Rabies. "Ini menjadi kabar baik bagi kita. Tapi kita jangan berpuas diri," ujarnya.

Rapat dihadiri Kepala Balai drh Agus Sunanto MP. Juga dihadiri Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi, Bulog, Disperindag Sumut serta stakeholder lainnya. (TAp)

Komentar
Berita Terkini