2 Gereja di Mesir Dibom Saat Ibadah Palma, ISIS Mengaku sebagai Pelaku

Paus Fransiskus Pope Francis Doakan Korban
Administrator Administrator
2 Gereja di Mesir Dibom Saat Ibadah Palma, ISIS Mengaku sebagai Pelaku
Mohamed Abd El Ghany / Reuters
Seorang korban ledakan dilarikan dari Gereja Koptik di Tanta, Mesir, Minggu
Kairo(Pelita Batak): ISIS mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan bom di dua gereja di Mesir, Minggu 9 April 2017. 

 

Seperti yang diberitakan, dua bom meledak di dua gereja saat ibadah Minggu Palem menjelang Paskah di Kota Tanta dan Alexandria, Mesir.

 

Klaim ini dilansir kantor berita Reuters, yang mengutip Amaq -kantor berita yang terafiliasi dengan ISIS.

 

Organisasi teroris itu mengaku kelompok yang terafiliasi dengan mereka yang melakukan kedua serangan itu. 

 

Serangan pertama terjadi di dalam ruang ibadah Gereja Koptik di Tanta. Setidaknya ada 25 jemaat yang tewas dan 78 lainnya luka-luka.

 

Data ini dilansir pihak Kementerian Kesehatan Mesir, tak lama setelah peristiwa ledakan bom. 

 

Ledakan di Tanta ini terjadi dari bom yang sebelumnya dipasang di dalam ruang ibadah. Persisnya di baris depan ruang ibadah. 

 

Serangan kedua terjadi beberapa jam setelah itu di pelataran Katedral Koptik di Kota Alexandria.

 

Ledakan bom ini menewaskan 11 orang dan melukai 40an lainnya. Ledakan di Alexandria ini disebut terjadi akibat serangan bom bunuh diri.

 

Serangan ini terjadi dalam ibadah Minggu Palem yang memperingati masuknya Yesus Kristus ke Jerusalem. Minggu Palem digelar satu minggu sebelum Hari Raya Paskah. 

 

Pemimpin Umat Katolik Sedunia Paus Fransiskus Pope Francis menyayangkan serangan mematikan yang terjadi di Gereja Koptik di Mesir, di tengah ibadah Minggu Palem, Minggu 9 April 2017.

 

Ledakan itu pun terjadi hanya seminggu menjelang rencana kunjungan Paus ke Mesir.

 

Paus mengungkapkan kesedihan mendalam. Ungkapan duka cita itu disampaikan kepada koleganya, Paus Tawadros II, jemaat Gereja Koptik, dan seluruh bangsa Mesir.

 

"Saya berdoa untuk semua korban tewas dan terluka dalam peristiwa ini," kata Paus seperti dikutip kantor berita Reuters.

 

Kalimat duka cita itu dilontarkan Paus saat dia menjalani ibadah Minggu Palem di St. Peter's Square, Vatikan.

 

Lebih jauh, Paus mengaku berdoa agar Tuhan melembutkan hati orang-orang yang menyebarkan teror, kekerasan, dan kematian.

 

Dia juga berdoa agar Tuhan mengubah hati mereka yang membuat senjata dan memperdagangkannya dalam aksi kekerasan tersebut.(R2/kompas.com)

Komentar
Berita Terkini