Medan (Pelita Batak):Masyarakat Sumatera Utara (Sumut) menjadi bagian dari peserta pesta demokrasi 171 daerah di Indonesian yang melaksanakan Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018. SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) Sumut mengajak masyarakat Sumut untuk memilih sosok calon pemimpin yang tidak berperilaku koruptif.
Sumut akan menggelar pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur. Kemudian Pemilihan Wali Kota/Wakil walikota Padangsidempuan, Bupati/Wakil Bupati di Batubara, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Deli Serdang, Dairi, Langkat, dan Padang Lawas.
"Masyarakat Sumut sudah melek akan pendidikan politik, untuk itu, kita ajak untuk tidak memilih sosok calon pemimpin yang koruptif. Ini demi masa depan Provinsi Sumut dan kabupaten serta kotamadya yang akan memilih pemimpin yang baru," kata Kordinator SPAK Sumut Enni Martalena Pasaribu SH MH kepada wartawan, Rabu (20/6/2018).

Dikatakan Enni, dengan memilih sosok pemimpin yang tidak koruptif akan memajukan pembangunan daerah; akan memberikan warganya kebebasan untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah di semua sektor; Akan mengutamakan keterwakilan perempuan dalam pembangunan daerah; Akan menghantarkan daerah kita menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan martabat bangsa di mata dunia.
SPAK juga mengajak agar perempuan aktif dalam memberikansuara saat pilkada. Perempuan juga memiliki hak suara yang sama dengan laki-laki. "Jangan berfikir apalah arti suara saya atau apalah arti satu suara. Setiap suara penting untuk daerah kita dan Indonesia 5 tahun ke depan," jelasnya.
Money politic juga menjadi tantangan saat tahun politik seperti saat ini. Dengan tegas dikatakannya, agar warga Sumut tidak menjual atau menukar suara dengan apapun.
"Ingat! tentang praktik politik uang, dalam UU No. 10/2016 tidak hanya pemberi yang bisa dipidana penjara dan denda, tapi juga yang menerima uang (pidana bagi yang menyuap dan menerima suap)," pungkasnya.
Warga Sumut juga diajak untuk proaktif untuk melakukan pengecekan terdaftar sebagai pemilih. Menjadi warga pasif bukan ciri masyarakat yang cerdas, namun harus memastikan terdaftar tidaknya dalam daftar pemilih.
"Setiap perempuan di Sumut kami ajak untuk tidak terlibat money politic, dan turut melaporkan tindakan money politic jika menemukan dilingkungan masing-masing," ujarnya.
Dikatakan Enni, secara nasional SPAK menggalakkan gerakan mengajak kaum perempuan memilih di seluruh Indonesia. "Gerakan ini diselenggarakan di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk menghasilkan pemimpin daerah berkualitas terutama pemimpin daerah yang bebas dari perilaku koruptif," katanya.(TAp)