'Horas Amang' akan Diangkat ke Layar Lebar, Sajikan Original Budaya Batak

Administrator Administrator
'Horas Amang' akan Diangkat ke Layar Lebar, Sajikan Original Budaya Batak
Tap|pelitabatak
Direktur Danau Toba Production Parulian Tampubolon. Memandu acara konferensi pers film "Horas Anang" bersama para artis dan produser di Atrium Sun Plaza Medan

Medan (Pelita Batak):

Setelah sukses dalam pertunjukan teater pada tahun 2016, cerita Horas Amang, akan diangkat ke layar lebar. Lokasi shooting akan dilakukan sebagian di kawasan Danau Toba, dengan harapan nilai alam, budaya, kultur akan didapat saat produksi film ini.

Demikian disampaikan Produser film Horas Amang, Jufriaman Saragih, film itu masih akan berkisah tentang seorang ayah, yang dalam budaya Batak disebut amang, yang merasa sedih karena ketiga anaknya tak lagi mengenal budaya Batak.

Selain kental dengan budaya Batak, para pemeran utamanya juga benar-benar berdarah Batak. Seperti Cok Simbara sebagai Amang. Dan ini yang membedakan film ini dengan film bernuansa Batak lainnya. "Kami menggunakan pemeran yang memang orang Batak," katanya saat konferensi pers di atrium Sun Plaza Medan, Sabtu (2/2/2019). Acara yang dimotori Danau Toba Production dan dipandu langsung sang direktur Parulian Tampubolon SSn.

Berani melakukab produksi film layar lebar dengan tema dan latarbelakang budaya Batak, menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya. Pasalnya, dari keseskian banyak film layar lebar dengan tema Batak, belum bisa memimpin untuk minat penontonnya. "Ini menjadi pertimbangan bagi kami, kami sudah melakukan riset dan riset, dengan bekerjasama dengan berbagai pihak, kami akan menyajikan yang berbeda. Bahkan, dari segi uning-uningan akan kami gunakan alat musik asli Batak," katanya.

Menurutnya, banyak film yang (para pemainnya) bukan orang Batak, jadi logatnya dibikin-bikin. "Jadi, di sini dialegnya tidak dibikin-bikin, natural," ujar Jufri menjelaskan film yang disutradarai oleh Irham Acho dan Steve Wantania tersebut.

"Kami menggunakan soundtrack 'Anakku Naburju'. Ada juga beberapa lagu asli Batak, dengan musik gondang. Kami akan menjaga betul-betul khas Bataknya," tambah Steve Wantania.

Jufriaman Saragih menambahkan bahwa film yang diangkat dari naskah milik Ibas Aragi itu diharapkan akan mampu mengajak generasi muda untuk kembali kepada keluarga dan budaya.

"Melalui film ini akan bangkit generasi yang cinta keluarga, menghargai dan menyayangi orangtua. Back to family, kembali kepada budaya yang diajarkan orangtua," kata Jufri.

Film yang dibintangi oleh Cok Simbara, Piet Pagau, Novita Dewi, Tanta Ginting, dan Jack Marpaung itu dijadwalkan akan mulai dipertontonkan di bioskop-bioskop pada pertengahan 2019.

Aktor senior Cok Simbara sebagai tokoh utama di film Horas Amang. Perannya, yakni ayah tiga orang anak yang tinggal di Kampung Toba, sebuah wilayah di Jakarta.

"Film ini tentang ayah yang mendidik anaknya. Jangan sampai sudah hidup di kota besar terus lupa sama sopan santun adat istiadat dan tugas, Amang itu untuk mengingatkan itu ke anak-anaknya," kata Cok Simbara. Meski kental nuansa Batak, ia menuturkan film tersebut bukan hanya ditujukan untuk orang Batak.

Alasannya, karena pesan moral mengenai nilai adat dan budaya bersifat universal, cocok untuk semua masyarakat Indonesia. Khususnya perantauan.

"Kita menyampaikan bahwa film ini memiliki pesan moral yang bisa diterima oleh beragam kalangan. Jadi enggak cuma Batak, tapi film ini adalah film nusantara," kata Steve Wantania selaku co produser film Horas Amang. Rencananya, film Horas Amang tayang pada pertengahan tahun 2019.

Direktur Danau Toba Production Parulian Tampubolon, mengatakan film ini akan menjadi bagian dari upaya mempertahankan nilai-nilai moral keluarga Batak. Selain itu, pemerintah saat ini tengah melakukan pembangunan kawasan danau Toba, maka lewat shooting di kawasan Danau Toba akan menambah promosi bagi kawasan wisata danau Toba.

"Kita berharap, akan bisa menginspirasi. Bagaimana tadi sudah dikatakan bahwa film ini akan menanamkan nilai-nilai moral yang nyaris terlupakan saat ini," katanya sembari mengapresiasi Pemkab Simalungun dan kawasan Danau Toba yang turut mendukung proses produksi film tersebut. (TAp)

Komentar
Berita Terkini