Acara yang dimeriahkan oleh artis-artis Batak ternama seperti Amigos, Rita Butarbutar, Trio Ambisi, dan Vanda Hutagalung, juga dihadiri Ketua Batak Diak Lo’os Timor Leste, Robert Pangaribuan, dan Ketua Panitia Dosiando Harahap bersama staf panitia, Rudolfo.
Sementara itu, selain Xanana, juga hadir dalam kesempatan tersebut Secretaria de Estado da Arte e Cultura atau Menteri Bidang Seni dan Budaya, Maria Isabel de Jesus Ximenes, tokoh masyarakat Timor Leste Clementino Dos Reis Amaral yang pernah menjadi anggota DPR/MPR RI mewakili Timor Timur, dan David “Mandati” Diaz Ximenes.
Sementara itu, saat didaulat menyampaikan sambutan mewakili orang Batak dalam acara tersebut, RE Nainggolan menyebut banyak kesamaan karakter antara orang Batak dan orang Timor.
"Kita sama-sama orang yang hangat dan spontan, pencinta seni, dan pekerja keras. Karena itu, saya yakin, tidak sulit bagi orang Batak yang ada di sini untuk segera berbaur dan menyatu dengan orang Timor selaku tuan rumah," katanya.
Dalam kesempatan itu, atas nama orang Batak, RE juga menyampaikan terima kasih atas penerimaan orang Timor Leste kepada para perantau Batak.
"Saya kira, kita sekarang harus menatap ke depan, bagaimana membangun hubungan dan kerja sama yang lebih baik, dalam suasana saling menghormati, dan saling mendukung," ujarnya.
Xanana juga memenuhi permintaan masyarakat Batak, untuk diangkat menjadi sesepuh mereka dan menerima seperangkat pakaian kebesaran adat lengkap dengan tongkat Tunggal Panaluan.
"Orang Batak di sini tentu akan merasa lebih tenang dan bersukacita, karena telah mempunyai sesepuh, yang tak lain adalah Bapak Xanana Gusmao," ujar RE saat akan memberi ulos.
Selain penampilan artis, acara tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan Gondang dan Tortor yang mendapat sambutan antusias dari seluruh hadirin. Dalam acara penuh suasana keakraban itu, RE Nainggolan dan Xanana Gusmao juga duet menyanyikan lagu "Seandainya Kupunya Sayap," ciptaan Rinto Harahap. (Rel/TAp)
Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified