Isabella Patricia siswi kelahiran 14 Oktober 2003 ini meraih total nilai 368,5 terdiri atas mata pelajaran Bahasa Indonesia 86,0 Bahasa Inggris 100, Mate Matika 97,5 dan IPA, 85,0.
Sementara itu untuk mata pelajaran Matematika yang terkenal sulit pada UNBK tahun ini, terdapat 3 siswa yang memperoleh nilai 97,5.
Rosintan, S.Pd mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mengetahui posisi sekolahnya berada di urutan berapa untuk Indek Integritas Ujian Nasional (IIUN) berbasis Komputer dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).
Dijelaskannya bahwa pada UNBK dan UNKP tahun 2017 di Sumatera Utara, SMP Sari Putra berada di posisi ke 5 dari 379 sekolah SMP yang menyelenggarakan UNBK atau posisi ke tujuh dari 1.087 sekolah SMP yang melaksanakan UNBK dan UNKP di Sumut.
"Dari nilai yang diperoleh anak didik kita, serta informasi yang kita dapat bahwa secara umum nilai UNBK menurun, kita berkeyakinan bahwa sekolah ini masih berada di kelompok 10 besar di Sumatera utara," ujarnya penuh keyakinan.
Sementara itu Tio Delina Simorangkir, guru di sekolah tersebut mengatakan bahwa anjloknya nilai siswa yang mengikuti UNBK tahun ini tidak lepas dari soal soal yang memberikan penjabaran, dimana siswa secara umum tidak terbiasa dengan sistem tersebut. Hal ini juga belum tersosialisasi dan tidak ditemukan pada kisi kisi ujian nasional.
Pihak Yayasan Sari Putra melalui Rudy Hermanto mengatakan sangat bersyukur atas prestasi ini, dimana SMP Sari Putra Sidimpuan mampu berkompetisi dengan sekolah negeri maupun sekolah swasta ternama di Sumatera Utara.
Ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran tenaga pendidik di sekolah tersebut yang terus berusaha memberikan yang terbaik buat pelajar Kota Padangsidimpuan.(Sultony Siregar/STR)