Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris universitas Quality Berastagi menggelar Power Teaching atau Whole Brain Teaching (WBT) di Lingkungan V Kelurahan Simalingkar B Kecamatan Medan Tuntungan, 4 Februari 2020. Proses pendidikan karakter akan diintegrasikan bersama mata pelajaran yang akan dibimbingkan dengan metode WBT.
Bimbingan belajar yang dilakukan Jenita Anjani Br. S, M.Pd dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan selama 1 bulan dengan pembelajaran mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris akan berselang- seling.
"Masa kanak-kanak adalah masa dimana semua anak secara normal ingin bermain. Bermain sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Selama anak- anak berada di sekolah, hampir seluruh waktu dipakai untuk belajar. Belajar merupakan salah satu ranah kognitif yang lebih cenderung menggunakan otak kiri. Akibatnya, otak kanan mereka kurang diasah. Sedangkan saat bermain, otak kanan mereka dibuat untuk berpikir dan membuat mereka selalu penasaran. Oleh karenanya, diperlukan proses belajar yang menyeimbangkan pengasahan bersama-sama otak kanan dan kiri," kata Jenita.


Dikatakannya, lingkungan sangat mempengaruhi pembentukan karakter manusia, tetapi manusia juga merupakan makhluk dengan kehendak bebas yang menentukan jalan hidupnya sendiri. Kehendak bebas diperoleh karena merupakan satu-satunya makhluk istimewa Tuhan ciptakan dengan akal pikiran. Pikiran merupakan unsur utama pembentukan karakter. Pendidikan merupakan salah satu bagian dari faktor lingkungan pembentukan karakter. Namun, kemiskinan merupakan permasalahan bagi masyarakat golongan kelas bawah dan lingkungan masyarakat kelas bawah merupakan lingkungan sangat rentan mengalami kegagalan pembentukan karakter individu.
Daerah pinggiran kota besar merupakan kawasan yang dihuni oleh mayoritas kalangan menengah ke bawah. Lingkungan V Kelurahan Simalingkar B Kecamatan Medan Tuntungan yang berbatasan dengan Kabupaten Deliserdang merupakan daerah yang mayoritas keluarga mengontrak rumah dengan pekerjaan didominasi pekerja kasar. "Orang tua yang sibuk mencari uang membuat pendidikan seolah luput dari pengamatan orang tua. Hal ini juga berpengaruh dalam pembentukan karakteranak," ujarnya.
Dikatakan Jenita, salah satu cara terbaik untuk membantu kondisi anak-anak ini dalam waktu singkat dan tepat adalah memberikan mereka pengarahan dalam pembentukan karakter. Oleh karena itu, tujuan utama dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pendidikan karakter.Pengabdian kepada masyarakat ini berupa bimbingan belajar (bimbel) gratis.

Mata pelajaran yang akan diajarkan dan juga diintegrasikan dengan pendidikan karakter adalah Matematika dan Bahasa Inggris. Pendidikan karakter akan dipadukan dalam pembelajaran kedua mata pelajaran ini. Permasalahan yang paling utama dalam pembelajaran adalah model pembelajaran konvensional yang didominasi kegiatan guru membuat siswa menjadi pasif sehingga siswa merasa jenuh dalam menerima pembelajaran. Untuk itulah diperlukan suatu metode pembelajaran yang tidak menjemukan bagi anak-anak bahkan membuat mereka cenderung lebih menikmati proses pembelajaran.
Sebelumnya ada komunitas yang bernama Pencil Generation berdiri untuk membantu anak-anak lingkungan tersebut berupa bimbingan belajar (bimbel) gratis.m Komunitas terdiri para alumni dari berbagai universitas yang semua anggotanya sudah bekerja. Pencil Generation mengadakan bimbel satu kali dalam setiap hari Sabtu. Juga diberikan pembelajaran aspek spiritual juga diberikan melalui bimbingan rohani sebelum memulai proses belajar mengajar.
Dengan memanfaatkan depan rumah warga, anak-anak dikelompokkan yang satu kelas dan diajarkan oleh satu orang pengajar. Tidak ada batasan antara kelompok satu dengan kelompok yang lain. Hal ini terkadang membuat proses belajar mengajar kurang kondusif. "Meluhat ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Quality Berastagi (LPPM UQB), merespon akan kepedulian tersebut dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa : Pengabdian Masyarakat Berupa Pengembangan Pendidikan Karakter Anak Melalui Metode Whole Brain Teaching," ujarnya.
Diharapkan, lewat kegiatan ini, anak-anak akan memahami pentingnya membangun karakter, memberikan motivasi belajar, dan pembelajaran bahasa Inggris dan Matematika untuk Kelompok balajar Pencils Generation.
Permasalahan yang paling utama dalam pembelajaran adalah kebanyakan model pembelajaran merupakan konvensional yang didominasi kegiatan guru membuat siswa menjadi pasif sehingga siswa merasa jenuh dalam menerima pembelajaran. Pemasalahan inilah yang juga dihadapi oleh Bimbel Pencil Generation. Hal ini dikarenakan, hampir semua anggota komunitas ini bukan orang-orang yang mempunyai latar belakang pendidikan.Sehingga mereka kurang begitu memahami model pembelajaran yang tepat khususnya untuk kedua mata pelajaran tersebut. Walapun proses belajar mengajar dalam bimbel ini lebih bersifat seperti memberikan pelajaran langsung kepada anak-anak, hal ini dirasa masih kurang tepat. Sering terjadi kekurangan pengajar dalam proses belajar mengajar bimbel sehingga mau tidak mau satu pengajar dapat mengajar lebih dari satu kelas dengan topik pelajaran yang pastinya tidak sama.
(Tap|*)