Ditegaskannya, sebagai prioritas untuk rektor yang baru ada sejumlah poin yang disampaikan. "Pertama, saya berharap rektor berusaha menambah jumlah mahasiswa sebab tanpa penambahan jumlah mahasiswa tidak mungkin kita mengelola universitas ini," ujar Mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat Indonesia dan Mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat Indonesia ini dalam acara yang dihadiri Uskup Agung Medan Mgr Anicetus B Sinaga, Kepala Badan Litbang Setda Kota Medan, Hasan Basri, Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba, Guru Besar Unika
Prof Posman Sibuea, Wakil Rektor (WR) Unika St Thomas, Surya abadi Sembiring didampingi WR III, JP Situmorang dan Maruli Tarigan dan sejumlah tokoh masyarakat dan pengusaha di Sumut.
Kemudian yang kedua, rektor juga menambah program studi dengan mengikuti perkembangan zaman. Khususnya untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam pengembangan kawasan wisata danau Toba. Ketiga, melaksanakan program pascasarjana. Harus mempersiapkan terbentuknya program pascasarjana di Unika St Thomas Medan. Keempat, rektor harus menambah dan memperhatikan fasilitas ruangan dan alat yang diperlukan memperlancar proses belajar mengajar. "Saya tidak ingin ada lagi dosen yang melempar alat-alat yang tidak bisa digunakan. Dalam proses pendidikan itu tidak bagus," ujarnya.
Kemudian, rektor agar membina hubungan fungsional dengan Kopertis dan melengkapi IT. Sehingga Unika St Thomas bisa bersaing dengan universitas yang lain. "Dengan slogal Changes for greatness yang diusung rektor baru, harus benar-benar bisa membawa lulusan Unika menjadi lulusan yang dikenal masyarakat dengan prestasinya," katanya.
Sementara itu, Dr Frietz yang baru dilantik mengatakan bahwa tujuan moto nya yaitu 'changes for greatness' adalah akan ada pertumbuhan di lingkugan kampus tersebut. Namun tidak berhenti disitu, juga akan ada perkembangan. Dengan menggunakan teknologi yang sudah ada saat ini, akan dilakukan peningkatan pelayanan dan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait.
"Tentu untuk menerapkan itu perlu ada caranya, untuk itu salah satu yang akan menjadi perhatian adalah mengembalikan fungsi universitas sebagai fungsi administrasi," katanya.
Uskup Agung Medan Mgr Anicetus B Sinaga mengharapkan Unika st Thomas mampu menerjemahkan cita-cita presiden Joko Widodo yaitu dalam peningkatan pelayanan kepada rakyat, kesederhanaan, dan kesejahteraan bagi seluruh penduduk.
"Tidak perlu terlalu memikirkan diri sendiri. Khususnya untuk universitas ini yang pernah disebut sebagai universitas yang agak ribut, demonstrasi. Dan sekarang kita berharap ini universitas membawa damai persaudaraan," ujarnya.
Unika St Thomas bersama pemerintah diharapkan mendekatkan diri kepada masyarakat dalam menanggulangi berbagai hal. "Dalam khotbah tadi kita mengatakan, kita kekurangan uang, tapi kita tidak mau melakukan jalan-jalan korupsi karena terlalu banyak orang Sumut baik legislatif, eksekutif, Yudikatif yang dipenjara. Kami tidak mau itu, jadi kami bertahan dengan kesederhanaan dengan komitmen itu," ujarnya.
(TAp)
Tag:
Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified