Berkat hasil racikan mereka, kawasan Jalan Bukit Barisan malam itu tak ubahnya seperti berada di Tanah Karo. Seluruh pengunjuugnyang ada, termasuk Wali Wali kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi, Kdis Pertamanan, Zulkifli Sitepu, Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Hasan Basri, Camat Medan Tuntungan, Gelora Kurnia Putra Ginting larut dengan pertunjukan yang disajikan.
Aneka seni dan tari pun disajikan dengan apik oleh muda-mudi Karo yang tergabung dalam Himka, Simalem Art serta musik yang diplot dengan baik oleh anak-anak Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara. Mulai tarian mejuah-juah, gundala-gundala, roti manis, piso surit serta pecat-pecat seberaya. Selain tari, pengunjung juga dapat menikmati suara emas Trio Alandani yang membawakan lagu-lagu hits Karo.
Di samping menikmati seni dan tari, pengunjung juga dapat menikmati aneka kuliner khas Karo yang terkenal dengan kelezatannya seperti cimpa (seperti lepat), tasak telu (daun ubi campur ayam), cipera (ayam yang dimasak dengan tepungnjagung), jonglabar (jagung muda) serta gula tuala (gula kelapa).
Wakil Wali Kota Medan, ir Akhyar Nasution mengatakan, panggung hiburan rakyat ini akan terus dilaksanakans etiap malam Minggu sebagai upaya Pemko Medan untuk melestarikan kebudayaan. Melalui even ini, Akhyar berharap masyarakat, terutama para generasi muda dapat mengenal lebih jauh budaya para leluhurnya.
"Di samping itu kita membangkitkan kembali pariwisata di Kota Medan. Jika dikemas dengan baik, insya Allah kegiatan ini dapat menjadi magnet untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mencanegara. Terbukti sejumlah turis tadi hadir menyaksikan penrtunjukan meski hujan turun. Tinggal bagaimana kita mengemas even ini menjadi pertunjukan yang benar-benar menarik," kata Akhyar.
Sementara itu Camat Medan Tuntungan selaku Ketua DPC HMKI Kota Medan, Gelora Kurnia Putra Ginting mengaku sangat mendukung digelarnya panggung hiburan rakyat ini. Sebab, event ini merupakan wadah bagi masing-masing etnis untuk menunjukkan seni dan budayanya, termasuk Karo. Apalagi anggota HMKI saat ini umumnya anak-anak muda yang tengah mencari identitas diri.
"Melalui panggung hiburan rakyat ini, mereka tentunya bisa menyalurkan bakat dan kemampuan mereka di bidang seni suara, tari maupun musik. Di samping itu mengajak mereka untuk lebih mengenal budaya Karo, sehingga semakin tertarik dan mencintainya untuk selanjutnya terus dilestarikan," jelas Gelora.
Sedangkan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Hasan Basri menjelaskan, lokasi panggung hiburan rakyat yang semula dipusatkan di Jalan Pulau Penang kini dipindahkan ke Jalan Bukit Barisan. Pemindahan ini dilakukan dalam upaya untuk mengurai kemacetan yang terjadi pada saat panggung hiburan rakyat digelar.
“Alhamdulillah pemindahan lokasi ini membuat arus lalu-lintas lebih lancar. Itu sebabnya kita putuskan even ini terus dilaksanakan di Jalan Bukit Barisan setiap malam Minggunya. Selanjutnya kita akan melakukan evaluasi kembali sehingga panggung hiburan rakyat ke depan semakin lebih menarik lagi,” ungkap Hasan. (TAp)
Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified