Bangunan Bersejarah di Medan Terancam Punah

Administrator Administrator
Bangunan Bersejarah di Medan Terancam Punah
Elok Perwirawaty
Kepala Disbudpar Kota Medan Buka Workshop Sehari Bangunan Bersejarah Kota Medan di Hotel Polonia, Kamis, 1 Desember 2016.

Medan (Pelita Batak) : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Hasan Basri akan adakan Forum Tata Kelola Kota Medan, agar dapat mendukung Kawasan Bersejarah Lapangan Merdeka tetap terpelihara. Hal ini disampaikannya pada Workshop Sehari Bangunan Bersejarah Kota Medan di Hotel Polonia, Kamis, 1 Desember 2016.

"Akan ada Forum Tata Kelola Kota Medan untuk mendukung Kawasan Bersejarah Lapangan Merdeka (KBLM) tetap terpelihara," Kata Hasan Basri pada saat pembukaan workshop.

Hal senada disampaikan Dr. Asmyta Surbakti, M.Si, Dosen Fakultas Ilmu Budaya USU, bahwa KBLM memerlukan Perda dari pemerintah untuk menjadi payung hukum dalam pengelolaan bangunan bersejarah kota Medan yang merupakan identitas Sumut, sehingga dapat menjadi tujuan wisata yang luar biasa seperti yang ada di luar negeri.

Selain itu, Dr.phil.Ichwan Azhari, Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu ilmu Sosial  Universitas Negeri Medan mengatakan bahwa bangunan bersejarah tidak hanya KBLM yang memiliki arsitektur Kolonial, tetapi juga bangunan yang sudah berusia 50 tahun atau lebih namun memiliki nilai sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan bagi penguatan kepribadian bangsa.

"Menurut Undang-Undang Cagar Budaya No 11 Tahun 2010, bangunan bersejarah tidak hanya KBLM tetapi bangunan yang walau memiliki nilai arsitektur rendah namun memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan bagi penguatan kepribadian bangsa atau Kota Medan, " papar Dr.phil.Ichwan Azhari.

Sedangkan Darma Jaya Tanoto, perwakilan Gereja Katedral yang juga nara sumber dalam workshop ini menjelaskan bahwa mereka tetap mempertahankan arsitektur bangunan lama untuk menjaga bangunan bersejarah kota Medan tetap ada. Ia juga menjamin Katedral dapat dikunjungi jika masyarakat ingin melihat keunikan dan sejarah Katedral.

Turut hadir dalam workshop sehari ini, komunitas pemerhati warisan budaya, Medan Heritage, Batubara Heritage, Tjong A Fie, Dosen dan Mahasiswa USU, UNIMED dan Universitas Darma Agung Medan. Mereka berharap KBLM dan Cagar Budaya lainnya dapat dipelihara sejak sekarang dan diberi perhatian lebih sehingga identitas kota Medan dapat terpelihara. (R4)

Komentar
Berita Terkini