Bangso Batak Berguna Untuk Diri Sendiri, Untuk Orang Lain dan Kemuliaan Bagi Tuhan

Djalan Sihombing
Administrator Administrator
Bangso Batak Berguna Untuk Diri Sendiri, Untuk Orang Lain dan Kemuliaan Bagi Tuhan
Ist | Pelita Batak
Foto bersama dengan Kapolres Badung Tony Marpaung

Dalam hidup, manusia berusaha untuk lebih baik. Manusia yang normal, pasti punya cita-cita yang luhur dan baik ke depan. Cita-cita pun belum tentu sesuai dengan yang dicita-citakan dan dipikirkan.


Ada tiga hal pokok, yang perlu diperhatikan dalam hidup, yaitu :

1. Berguna untuk diri sendiri;

2. Berguna untuk orang lain atau lingkungan (termasuk istri dan anak);

3. Menjadi kemuliaan bagi Tuhan Pencipta alam semesta.

Boleh dikatakan ketiga hal ini (Trilogi Hidup Manusia) menjadi sangat penting di mana pun kita berada. Kita hidup, tentu akan mencari kehidupan yang lebih baik dan sejahtera (walupun arti sejahtera atau kaya itu tidak bisa dipastikan, itu hanya perbandingan). Kesejahteraan yang sebenarnya, bila kita masih tetap bisa bersyukur dengan hidup kita sendiri. Bila mengeluh dan mengeluh terus menerus, berarti tidak ada kepuasan dan damai dalam hidupnya.

Orang lain, maksudnya anak, isteri, keluarga dekat (misalnya dongan tubu, semarga), tetangga, teman kerja, teman seprofesi, teman sesama artis, teman dalam perkumpulan atau organisasi, teman di facebook (dunia maya), teman di dunia nyata, dll.

Kita juga harus menjaga lingkungan hidup kita, yang di dalamnya berbaur segala macam yang hidup. Menjaga lingkungan hidup, berarti kita menjaga keseimbangan, yang kita wariskan ke anak cucu kita ke depan.

Bila kita sejahtera lahir dan bathin, dan baik ke setiap orang tanpa membedakan suku, ras, agama atau warna kulit yang merupakan Ciptaan Tuhan, maka semuanya itu menjadi kemuliaan bagi Tuhan. Bila kita selalu memusuhi tetangga, saudara kita sendiri, teman kita sendiri, maka kita tidak memuliakan nama Tuhan Pencipta kita.

Bergunakah kita untuk orang lain? Bergunakah Bangso Batak untuk orang lain?

Pertanyaan ini sangat mendasar dan perlu perenungan mendalam. Jangan-jangan kita selalu menjadi batu sandungan bagi orang lain. Karena perbuatan kita, orang lain menderita.

Ada beberapa kebanggaan sebagai Bangso Batak antara lain :

1. Pahlawan Nasional

Sederetan Pahlawan Nasional dari Bangso Batak adalah Sisingamangaraja XII, Ferdinand Lumbantobing, D. I. Panjaitan, K. H. Zainul Arifin (Pohan), Adam Malik (Batubara), AH. Nasution, Kiras Bangun (Gara Mata), TB. Simatupang, dan Djamin Gintings.

FBBI sebagai organisasi yang peduli Bangso Batak, kiranya ikut serta mendukung pengusulan Pahlawan Nasional. Kalau ada dari Pakpak Dairi, Simalungun atau dari Tapanuli Selatan, perlu kita dukung. Semakin banyak Pahlawan Nasional dari Bangso i, merupakan kebanggaan buat kita dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tahun 2013 yang lalu almarhum Melancton Siregar diusulkan jadi Pahlawan Nasional, tapi belum direstui sampai saat ini.

Akhir tahun kemarin, Sang Naualuh (Damanik) sudah dibicarakan dan dikumpulkan data untuk diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Misalnya Valentin Berutu dari Pakpak. Dari Tapanuli Selatan masih ada Sutan Gunung Mulia Harahap dan Amir Sjarifuddin Harahap (salah satu tokoh kemerdekaan).

Dalam hal ini, berarti sudah banyak Bangso i berguna untuk orang lain, untuk negara dan bangsa kita.

2. Orang Batak dikenal sebagi penyanyi yang bagus

Suara yang dimiliki orang Batak dikenal luas di negara/bangsa kita. Dan itu pengakuan orang lain terhadap Bangso i. Gudangnya penyanyi banyak berasal dari Bangso i, dan ini tidak bisa dipungkiri.

Bahkan sudah banyak artis kita melanglang buana ke seluruh penjuru dunia seperti salah satu pengurus FBBI, lae Thomson Napitupulu. Di kepengurusan juga ada Feber MT Manalu, Daud Ritonga yang merupakan penyanyi muda Bangsoi.

Ini harus kita syukuri sebagai Bangso Batak. Bahkan lagu-lagu Batak banyak dinyanyikan orang asing. Berarti lagu itu bagus dan menarik serta punya arti mendalam di kehidupan yang mendengar maupun penciptanya. Dengan bernyanyi yang bagus tentu, berguna untuk orang lain.

Bahkan lagu-lagu yang memuliakan Tuhan pun diciptakan dan dinyanyikan. Feber MT. Manalu pengurus FBBI, banyak menciptakan lagu-lagu kemuliaan Tuhan. Saat ini banyak seniman-seniman Bangsoi yang terkenal.

3. Di Bidang Pemerintahan

Kalau emas itu, tetap emas, walaupun dibenamkan dalam lumpur. Kita bangga banyak pejabat kita di pemerintahan. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk, maka cukup banyak orang Batak yang menjadi pejabat negara. Di setiap Provinsi bahkan di Kabupaten Kota di Indonesia sering Bangso i kita jumpai.

4. Banyak pemikir-pemikir Bangso Batak

Salah satu Pahlawan Nasional yang ditetapkan 2 tahun lalu adalah Dr. TB. Simatupang. Salah satu pemikir mengenai berbangsa dan bernegara. Salah satu ide dan pemikiran beliau adalah pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila.

Salah satu putra bangsa yang jenius di bidang fisika Pantur Silaban. Pantur Silaban terkenal di dunia fisika. Gurunya Pantur adalah salah satu murid terbaik dari Albert Einstein. Masih banyak contoh-contoh lainnya.

Saya baru ketemu pensiunan dari Citibank. Dia mengaku pemikir-pemikir dan pengambil keputusan di sana adalah orang Batak dan orang India. Keputusan yang diambil cepat dan tepat.

5. Dalam keadaan mendesak atau darurat, Bangsoi sering menjadi tokoh yang cepat dan tepat mengambil keputusan

Orang Batak dikenal pengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Dalam keadaan memaksa, orang Batak sering muncul di garda paling depan untuk menyelesaikan suatu masalah di bangsa ini. Tetapi kadangkala dalam keadaan sudah baik dan normal, Bangsoi i kurang diperhatikan.

Masih ingatkah kita, ketika Sintong Panjaitan menyelamatkan pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla? Beliau salah satu putra bangsa yang sangat diperhitungkan pada saat itu. Tetapi di akhir tugasnya di TNI, kurang beruntung. Tapi kita tetap bersyukur, beliau salah satu prajurit TNI yang pemikirannya dan perbuatannya hebat untuk bangsa dan negara.

Sebagai contoh, pada saat pergantian dari Soekarno ke Soeharto sempat ada kegentingan. Waktu itu, 2 orang Batak menjadi Pimpinan MPRS, yaitu AH Nasution dan Melanchton Siregar (MS). Dalam buku Melanchton Siregar Mempertahankan NKRI, MS menjadi trouble shooter yang mumpuni, penengah yang tawakal, sabar dan demokratis. Itu diakui oleh Harry Tjan Silalahi dan Ridwan Saidi.

Pada saat transisi tersebut, gejolak politik amat tinggi, yang memerlukan penanganan yang cerdik dan keputusan politik yang handal. AH. Nasution, Mashudi, Osa Maliki, dan Subhan ZE mempercayakan tugas berat itu kepada MS untuk mengatasinya.

Walaupun demikian, kita sebangai Bangso Batak yang merupakan bagian Bangsa Indonesia yang kita cintai tetaplah bersyukur.

6. Di Bidang Kepengacaraan (Advokat)

Sepuluh besar pengacara di Indonesia, didominasi Bangso Batak. Dulu ada ada almarhum Adnan Buyung Nasution (pendiri Lembaga Bantuan Hukum). Sekarang ada Otto Hasibuan, Fauzi Yusuf Hasibuan, Hotman Paris Hutapea, Juniver Girsang, Todung Mulya Lubis, Hotma Sitompoel. Bahkan pengacara keluarga Susilo Bambang Yudoyono dari Bangsoi juga, yaitu Palmer Situmorang dan Bachtiar Sitanggang.

Bahkan di Provinsi Bali, Haposan Sihombing dikenal luas oleh masyarakat Bali. Kita bersyukur, banyak Advokat Bangso i. Tapi, mudah-mudahan Advokat Bangsoi menjaga nama baik sebagai Bangso Batak. Saat ini sudah ada orang Batak ahli hukum luar angkasa lulusan Rusia. Raymond Jr. Pardamean Sihombing merupakan ahli hukum luar angkasa pertama dari Indonesia.

Biarlah Advokat Bangsoi berguna untuk orang lain, untuk Bangso Batak dan untuk Bangsa ini. Semoga Tuhan dipermuliakan dengan profesi mereka. Kiranya mulutnya dijamah Tuhan sebelum bicara agar berguna untuk dirinya dan orang lain.

7. Bidang Pengajaran (Guru)

Profesi guru sangat mulia. Pahlawan tanpa tanda jasa. Di mana-mana selalu banyak guru-guru dari Bangsoi. Biasanya guru Matematika dan Fisika banyak dari orang Batak. Talenta mengajar dimiliki Bangsoi juga.

Guru dan buku sebagai jembatan ilmu pengetahuan. Tanpa guru, kita tidak apa-apa. Guru bisa menularkan ilmu dan kebaikan kepada orang lain. Guru sangat berguna untuk orang lain. Sumber Daya Manusia erat hubungannya dengan guru. Ketika Jepang kalah dari sekutu, yang pertama ditanya adalah berapa lagi guru yang ada.

Ke depan, kiranya kita dapat meningkatkan Balai Pustaka FBBI dan pelatihan-pelatihan sumber daya manusia kita lakukan di Bona Pasogit. Kita bisa mendirikan Badan Pendidikan non formal dan formal.

8. Bidang Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Kehutanan

Di bidang yang berkaitan dengan pertanian, perikanan sudah banyak ahli dari Bangso Batak, antara lain JH. Hutasoit, Bungaran Saragih dan lain-lain. Mangasi Panjaitan dan James Parlindungan Panjaitan termasuk ahli kita di bidang ini.

Pertanian merupakan sumber utama di Bona Pasogit, tentu pertanian, perikanan menjadi perhatian kita juga. Sebagai negara agraris, FBBI harus berperan untuk meningkatkan tarap hidup petani.

Banyak produk unggulan di bidang pertanian di Bona Pasogit, misalnya kopi Lintong dari Lintongnihuta (Humbahas), kopi Sidikalang dan kopi Mandailing Natal yang sudah terkenal di mana-mana. Pemasaran kopi sering menjadi masalah buat petani dengan adanya tengkulak yang mempermainkan harga untuk kepentingannya sendiri.

Di daerah Tapanuli, dikenal haminjon (kemenyan) yang jarang ada di dunia ini. Aneh juga, pengendali haminjin di Pulau Jawa, bukan di Sumatera Utara sebagai produsen haminjon.

Bila SDM di bidang ini ditingkatkan, maka banyak orang yang berguna bagi orang lainnya.

9. Bangsoi dikenal luas di Parserahan (Diaspora)

Kita perlu membuat data base Bangso Batak di parserahan. Sebenarnya sudah banyak orang Batak yang menjadi terkenal dan diperhitungkan di perusahaan asing di luar negeri. FBBI ke depan sebaiknya mempunyai peran untuk mediasi orang Batak di parserahan dengan Bona Pasogit. Yang paling sering kita dengar ada Radja Nainggolan.

Banyak orang Batak yang bekerja di luar negeri, di perusahaan-perusahaan besar. Bangso Batak telah bisa bersaing di negara maju. Bangso Batak di diaspora berguna untuk orang lain. Misalnya, Advendes Pasaribu dan Jeje Nadeak pengurus FBBI bekerja di luar negeri.

Kesimpulan, Saran dan Harapan

Dari contoh-contoh di atas, ternyata Bangso Batak berguna untuk orang lain, untuk bangsa dan negara kita. Telah banyak sumbangsih pikiran dan perbuatan Bangso Batak untuk bangsa ini. Untuk itu, kita harus menjaga nama baik Bangso Batak di mana pun kita berada.

Ketika saya mau merantau, hal pokok yang ditekankan orang tua adalah lului induk somang (cari sebagai pengganti ayah dan ibu) di perantauan. Harus baik (burju) ho marinduk somang.

Umpama Batak juga menyebut “jonok dongan partubu, jonokan do dongan parhundul”. Itu sangat tepat. Dalam hidup berkeluarga, tetangga terdekat yang paling tau kehidupan keluarga tersebut setiap harinya. Kalau ada masalah dengan keluarga kita di rumah, yang kita panggil adalah tetangga. Makanya kita sebagai Bangso Batak harus menjaga kerukunan bertetangga atau bermasyarakat.

Biarlah kita berguna untuk tetangga kita juga. Mari kita jaga nama baik Bangso Batak di lingkungan kita masing-masing, tempat kita bekerja, tempat umum dan lain-lain. Misalnya, yang tinggal di Bali agar menjaga kerukunan dengan lingkungan orang Bali.

Mempersiapkan Bangso Batak yang IQ, EQ dan SQ yang seimbang perlu menjadi perhatian ke depan. Dalam era globalisasi yang semakin pesat, maka Bangso Batak harus siap bersaing. Tantangan era globalisasi sudah berada di antara kita. Kalau kita tidak siapkan diri, paling tidak sejajar atau menjadi pemenang dalam kompetisi di dunia yang semakin terbuka.

Caranya adalah pengembangan SDM dengan pendidikan dan pengembangan karakter. FBBI telah mendirikan Balai Pustaka di Sigolang Tapanuli Selatan, di Borbor Tobasa dan dalam waktu dekat di Kabupaten Samosir.

Kita bangga kalau orang lain selalu bilang orang Batak itu hebat dan baik. Misalnya, di sekolah orang lain bilang “orang Batak itu pintar-pintar ya”. Di perusahaan, orang lain bilang “orang Batak itu pintar memimpin, dan baik lagi ya”. Di organisasi, orang lain bilang “orang Batak itu hebat dan pintar bergaul ya”. Orang Batak itu pintar nyanyi dan suaranya bagus ya? Demikian di bidang-bidang lainnya. Memang orang Batak itu hebat, memang orang Batak itu baik. Bisakah kita mampu demikian? Mari kita mencari dan mengembangkan jati diri Bangso Batak yang berguna untuk diri sendiri, orang lain dan kemuliaan bagi Tuhan.

Bila di setiap ada Bangso i, orang lain bilang hebat, pintar, dan baik, berarti orang Batak berguna untuk sekitar atau orang lainnya. Bila orang Batak itu baik ke sesamanya, dengan sendirinya dia memuliakan Tuhan.

Semoga kita bisa !!!

Sekian dan terima kasih !!!

Tulisan sederhana ini dibuat dalam rangka Pelantikan Pengurus DPD FBBI Provinsi Bali di Anggi Resto & Cafe, Denpasar, Bali, Jumat 27 November 2015.

Tentang Penulis :

Nama : Djalan Sihombing, SH (Alan Sihombing)

Karier/Profesi : Advokat.

Organisasi :

Sekretaris Jenderal Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) periode 2014-2017; Ketua Komisi Hukum DPP Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) periode 2015-2020; Pendiri dan Bendahara Persekutuan Inteligensia Sinar Kasih (PISKA); Pengurus Bidang Pembelaan Organisasi di Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi (periode 2015-2020); Wakil Sekretaris Komisi Bantuan Hukum (KBH) HKBP Jatiwaringin Jakarta; Wakil Sekretaris Parsadaan Borsak Sirumonggur Sihombing Lumbantoruan Sejabodetabek; Pengurus Bidang Hukum dan HAM Parsadaan Borsak Sirumonggur Saportibi-Sedunia (PBSS-Sedunia); Wakil Sekretaris LBH Yayasan Komunikasi Indonesia; Wakil Bendahara Punguan Datu Ompu Lobi Nasumurung Sihombing Lumbantoruan & Nahumaliangna; Penasihat Datu Lobi Youth Community Jakarta & Sekitarnya; Penasihat Persatuan Muda-mudi Kecamatan Lintongnihuta (PMKL) Sejabodetabek. Wakil Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum Yayasan Komunikasi Indonesia Jakarta. Pernah pengurus DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), pernah Bendahara Umum DPP Generasi Muda Kasih Bangsa (terdaftar di Kemenpora RI). Ketika mahasiswa aktif di organisasi kemahasiswaan; pernah pengurus Partai Demokrasi Kasih Bangsa Indonesia (PDKB Indonesia) DPD DKI Jakarta, dan pernah pengurus DPP Partisipasi Kristen Indonesia (Parkindo).

-----

Komentar
Berita Terkini