Hatunggal Tegaskan Tak Akan Teken Surat Mutasi Atlet, KONI Sumut Komit Pertahankan Hasil Pembinaan

Administrator Administrator
Hatunggal Tegaskan Tak Akan Teken Surat Mutasi Atlet, KONI Sumut Komit Pertahankan Hasil Pembinaan
Ist | Pelita Batak
Ketua Umum KONI Sumut Hatunggal Siregar memimpin Rakerprov KONI Sumut Tahun 2025 di Emeral Garden Hotel

Medan (Pelita Batak):

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara, Hatunggal Siregar, menegaskan sikap tegasnya untuk tidak menandatangani surat mutasi atlet dari Sumatera Utara ke daerah lain. Sikap tersebut diambil sebagai bentuk komitmen KONI Sumut dalam menjaga hasil pembinaan atlet yang telah dilakukan melalui proses panjang dan penuh perjuangan.

Penegasan itu disampaikan Hatunggal Siregar saat membuka dan memberikan arahan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Sumut yang berlangsung pada 15-17 Desember 2025 di Emerald Garden Hotel Medan.

“Pembinaan atlet di Sumatera Utara tidak instan. Ini melalui mekanisme yang jelas, tahapan panjang, pembiayaan besar, serta kerja keras pelatih dan pengurus. Maka tidak bisa dibenarkan jika atlet yang sudah kita bina kemudian memilih pindah identitas ke daerah lain,” tegas Hatunggal.

Menurutnya, atlet yang telah dibina KONI Sumut merupakan aset daerah yang harus dijaga dan dilindungi. Oleh karena itu, setiap permohonan mutasi atlet keluar dari Sumatera Utara tidak akan mendapatkan persetujuan selama kepengurusan KONI Sumut saat ini.

Hatunggal juga menyinggung fenomena atlet yang direkrut oleh daerah lain menjelang event besar, tanpa melalui proses pembinaan yang berkelanjutan. Ia menilai praktik tersebut tidak sejalan dengan semangat sportivitas dan pembinaan olahraga nasional.

“Kami ingin prestasi diraih melalui proses pembinaan yang benar, bukan dengan cara instan atau sekadar mengambil atlet yang sudah jadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hatunggal menegaskan bahwa atlet Sumut yang telah masuk ke instansi kedinasan tertentu, baik TNI, Polri, maupun instansi pemerintah lainnya, dan kemudian ditempatkan di luar Sumatera Utara, tetap diharapkan untuk mewakili Sumatera Utara dalam setiap kejuaraan atau event olahraga.

“Penempatan tugas boleh di mana saja, tetapi identitas dan asal pembinaan tetap Sumatera Utara. Selama tidak ada aturan yang melarang, atlet tersebut tetap kami harapkan membela Sumut,” katanya.

Ia menambahkan, KONI Sumut akan terus memperjuangkan kepentingan atlet, termasuk berkoordinasi dengan instansi terkait agar para atlet tetap mendapatkan ruang dan kesempatan untuk berprestasi sambil menjalankan tugas kedinasan.

Dalam Rakerprov tersebut, Hatunggal juga mengajak seluruh pengurus cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota se-Sumatera Utara untuk memperkuat sistem pembinaan berjenjang, mulai dari usia dini hingga atlet elite, guna menjaga keberlanjutan prestasi olahraga Sumut di tingkat nasional maupun internasional.

Rakerprov KONI Sumut 2025 menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja, menyusun langkah pembinaan ke depan, serta memperkuat soliditas organisasi dalam menghadapi berbagai agenda besar olahraga nasional. (*)

Komentar
Berita Terkini