Medan (Pelita Batak):
Nama Guru Patimpus tidak dapat dipisahkan dari sejarah berdirinya Kota Medan. Tokoh adat Karo yang dikenal dengan nama lengkap Guru Patimpus Sembiring Pelawi ini diyakini sebagai pendiri kampung yang menjadi cikal bakal Kota Medan pada akhir abad ke-16.
Sejarah mencatat, sekitar tahun 1590, Guru Patimpus membuka perkampungan di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura. Lokasi tersebut kemudian berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan perdagangan, yang perlahan bertumbuh menjadi wilayah strategis di Sumatera Timur.
Sebagai seorang pemimpin adat, Guru Patimpus dikenal memiliki peran penting dalam membangun tatanan sosial dan kehidupan masyarakat awal di kawasan tersebut. Kampung yang dirintisnya menjadi fondasi awal lahirnya Medan, sebelum berkembang pesat pada masa Kesultanan Deli dan era kolonial.
Kini, penghormatan terhadap jasa Guru Patimpus diwujudkan melalui pengabadian namanya sebagai nama jalan di Kota Medan serta berbagai catatan sejarah lokal yang menempatkannya sebagai figur sentral berdirinya kota.
Keberadaan Guru Patimpus bukan sekadar legenda, melainkan bagian dari identitas historis Kota Medan. Semangat perintisannya menjadi pengingat bahwa kota metropolitan ini lahir dari perjuangan dan visi seorang tokoh adat yang membuka perkampungan sederhana menjadi pusat peradaban.
Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan terus berkembang menjadi kota multietnis dan pusat ekonomi. Namun, sejarah tetap mencatat bahwa semua itu berawal dari langkah awal Guru Patimpus di tepian Sungai Deli.
Mengapa sering dikaitkan dengan Melayu?
Wilayah yang ia dirikan di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura kemudian berkembang pada masa Kesultanan Deli, yang merupakan kerajaan Melayu. Seiring perkembangan sejarah, kawasan tersebut menjadi bagian dari struktur politik dan budaya Melayu Deli.
Akibatnya, sejarah awal Medan melibatkan interaksi kuat antara masyarakat Karo dan Melayu. Namun, berdasarkan sumber sejarah lokal, Guru Patimpus sendiri berasal dari Karo.
Tokoh Yang Terlibat
Tokoh utama yang dikenal sebagai pendiri Kota Medan adalah Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Namun dalam beberapa catatan sejarah lokal dan tradisi lisan, ia tidak sendirian ketika membuka perkampungan yang kemudian berkembang menjadi Kota Medan.
Rekan atau tokoh yang berkaitan dengan Guru Patimpus
1. Datuk Kota Bangun
Seorang pemimpin Melayu yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan Guru Patimpus ketika wilayah tersebut mulai berkembang.
Kehadiran tokoh Melayu menunjukkan adanya kerja sama antara masyarakat Karo dan Melayu di kawasan tersebut.
2. Tuanku Panglima Perunggit
Penguasa Melayu di wilayah Deli pada masa itu.
Guru Patimpus dipercaya membuka perkampungan dengan izin kekuasaan Melayu yang dipimpin oleh Tuanku Panglima Perunggit.
3. Tokoh-tokoh masyarakat Karo
Guru Patimpus berasal dari marga Sembiring Pelawi dari dataran tinggi Karo.
Ia datang bersama kelompok masyarakat Karo yang ikut membuka perkampungan di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura.
Secara sejarah populer, pendiri utama Kota Medan tetap Guru Patimpus, tetapi proses berdirinya melibatkan:
masyarakat Karo yang datang bersama beliau, serta hubungan dengan pemimpin Melayu di wilayah Deli seperti Tuanku Panglima Perunggit.
Kampung pertama yang dibuka Guru Patimpus berada di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura, yang kemudian dikenal sebagai kawasan Kampung Medan Putri, cikal bakal Kota Medan sekarang.
(*)