"Jalan di desa kami ini sangat memprihatinkan, sehingga sangat berdampak pada hasil pertanian kami. Kenderaan pengangkut pertanian kami, sekali seminggu haruslah diservice, sementara harga komoditas semakin anjlok. Para tengkulak selalu beralasan jalan menuju kampung kami sangat rusak,dan tidak dilalui lagi," ungkap J Manurung, Desa Simarata kepada Pelita Batak,Minggu 16 April 2017 di Simarata.
S Manurung warga desa Motung menyebutkan, "Pada 2016 pemerintah Kabupaten Tobasa telah mengaspal hotmix sepanjang kurang lebih dari 2 Km dari arah Ajibata-Sibisa, akan tetapi pada 2017 ini sebagai lanjutan pembangunan,dirubah dari Sibisa-Ajibata,padahal paling parah dari arah Ajibata-Sibisa,apakah ini ada unsur kepentingan oleh para petinggi di pusat ?"
Dia menyayangkan apabila ini terjadi perubahan arah pembangunan,sebab jalan dari arah Ajibata-Sibisa sangatlah rawan. Jalan sangat kecil, dan jurang yang sangat dalam merupakan ancaman paling besar pada pengendara. "Oleh karena itu kita sangat berharap kepada pemerintah,kiranya lanjutan pembangunan insfratruktur Ajibata-Sibisa tetap berjalan pada 2017 ini,"harapnya.
Ketua Masyarakat Pemerhati Pelaku Korupsi Kolusi Nepotisme (MPPK2N) Hermanto mengatakan pembangunan lanjutan infrastruktur Ajibata-Motung-Simarata dan Sibisa tentu harus dilanjutkan.(FH)
Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified