Tiga Start-Up Indonesia Berpartisipasi dalam Program Akselerator Muru-D di Singapura

admin admin
Tiga Start-Up Indonesia Berpartisipasi dalam Program Akselerator Muru-D di Singapura
Ist
Erik Meijer, Presiden Direktur telkomtelstra bersama finalis Indonesia dalam program muru-D 2016 di Singapura
Singapura(Pelita Batak): Tiga perusahaan rintisan (start-up) dari Indonesia berhasil terpilih sebagai finalis program Muru-D, akselerator start-up dari Telstra, di Singapura. Ketiganya dipilih melalui seleksi ketat oleh Muru-D dan Indigo (Telkom Indonesia). 

 

Karena dalam musim pertama Muru-D Singapura tahun lalu tidak ada finalis dari Indonesia, maka tahun ini ditargetkan untuk mendapatkan minimal satu, namun melihat kualitas start-up Indonesia yang sangat baik tahun ini, akhirnya terpilih tiga peserta mewakili Indonesia dari total 11 finalis dari 7 negara.

 

Erik Meijer, Presiden Direktur telkomtelstra bersama finalis Indonesia dalam program muru-D 2016 di Singapura, Kamis malam 29 September 2016, ketiga start-up Indonesia, yakni amtiss, Teman Usaha dan Zelos, mempresentasikan kemajuan karya mereka di hadapan Erik Meijer, Presiden Direktur Telkomtelstra, setelah sudah mengikuti program Muru-D selama 1 dari total 6 bulan. Ketiga start-up dari Indonesia tersebut memiliki peluang untuk memenangkan program Muru-D karena memiliki keunikan dan keunggulan dalam mengkombinasikan bisnis dan teknologi untuk mengatasi masalah usaha dan sosial. 

 

 

Terpilihnya ketiga start-up dari Indonesia ini merupakan langkah baik untuk menunjukkan bakat dan potensi usahawan muda Indonesia, terlebih lagi dua dari tiga finalis merupakan alumni program Telkom Indigo Incubator, hal tersebut membuktikan Indonesia mampu mencetak talenta muda berbakat di bidang teknologi, serta membawa hasil kreasi teknologi digital anak bangsa Indonesia bersaing di pasar global.

 

Erik Meijer, Presiden Direktur telkomtelstra mengungkapkan, "Peluang bisnis start-up punya kesempatan besar di Indonesia, di mana ada banyak individu berbakat yang memiliki ide-ide besar untuk mengembangkan bisnis mereka di Indonesia dan di ajang global. Kami berharap Muru-D bisa menjadi wadah bagi para start-up yang memiliki bakat dan ambisi."

 

"Saya sangat bangga dengan para pendiri dari amtiss, Teman Usaha dan Zelos. Selama enam bulan ini mereka akan memiliki kesempatan untuk belajar dan dibimbing oleh para ahli, serta membawa pulang pengalaman dan ilmu yang didapat ke Indonesia, sehingga dapat digunakan untuk membangun dan mengembangkan bisnis mereka", tambah Erik.

 

Sementara itu, Jamie Camidge, Head of muru-D Singapore, mengungkapkan, "Kami sangat bersemangat dalam melakukan proses perekrutan start-up dari berbagai negara untuk disertakan dalam kelompok kedua ini, termasuk start-up dari Indonesia. Mereka memiliki ide-ide, semangat kewirausahaan yang luar biasa. Tak heran jika amtiss, Teman Usaha dan Zelos, lebih unggul selama masa praktik dan penjurian babak final pada bulan Augustus."

 

Pemilihan peserta dari Indonesia untuk Muru-D Singapura ini, selain didukung Telstra dan Telkom, juga dibantu oleh Kedutaan Australia dan AusTrade di Indonesia. Program Muru-D dikelola oleh Telstra di sejumlah negara. Singapura merupakan pusat pelatihan untuk program di Asia. Muru-D memberikan modal awal kepada masing-masing start-up finalis sebesar SGD $ 40.000, selain itu para finalis mendapatkan bimbingan intensif untuk mengasah kemampuan selama enam bulan. Muru-D juga menyediakan ruang kerja kolaboratif di jantung distrik bisnis sentral Singapura, akses untuk berkolaborasi dengan para mentor kelas dunia, para pelatih profesional dan investor.(R2) 


Tag:
Berita Terkait
Komentar
Berita Terkini