Sekum PGI Pilih Calon yang Muda dan Memiliki Spritualitas Tinggi

Administrator Administrator
Sekum PGI Pilih Calon yang Muda dan Memiliki Spritualitas Tinggi
satuharapan.com
Gomar Gultom

Sipoholon Pelita Batak: Sekretaris Umum (Sekum) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Gomar Gultom MTh  mengimbau peserta Sinode Godang HKBP memilih pimpinan yang spritualitasnya tinggi, yang doanya kuat, tetapi juga kritis dan aktif dalam relasi-relasi sosial. 

 

"Ibadah bukan komplementer terhadap kehidupan bersama, tetapi ibadah merupakan kehidupan komprehensif. Hidup peribadahan, dengan hidup sosial harus sejalan. Jadi pertobatan pribadi, harus sejalan dengan kesalehan sosial. Pimpinan yang demikian yang kita pilih. Dia juga setuju supaya yang dipilih adalah yang masih muda, dari empat nama yang muncul ke permukaan,"katanya, Selasa 13 September 2016.

 

Namun ketika ditanya apakah itu deskripsi yang cocok dengan Pdt Dr Robinson Butarbutar yang memang dikenal sebagai pendoa dan memiliki spritualitas tinggi, Gomar hanya tersenyum. "Saya tak mau menyebut nama, silakan sinodestan memilih yang memang seperti kriteria yang saya sebut tadi,"jelasnya.

 

Atas nama PGI (Persekutuan Gereja-gereja Indonesia), Gomar mengucapkan selamat atas terselenggaranya Sinode Godang ini, dengan usainya pembukaan, yang dihadiri begitu banyak orang, dengan suasana yang sangat meriah. PGI dan gereja-gereja se-Indonesia memberi harapan besar kepada HKBP, dengan jemaat yang sangat besar. "Kita semua mengetahui betapa besar potensi SDM yang dimliki HKBP, potensi aset yang melimpah dan sumber-sumber finansial yang luarbiasa. Cuma harus diakui, dibandingkan dengan beberapa gereja yang lebih kecil dari HKBP, nampaknya pengeloaan SDM dan aset, masih belum optimal,"harapnya.

 

Oleh karena itu, PGI berharap Sinode Godang ini bisa lebih mengoptimalkan potensi SDM dan aset yang dimiliki HKBP. Gomar mengaku banyak mendengar begitu banyak harapan dari warga HKBP, termasuk orang Batak yang bukan jemaat HKBP. Mereka menganggap pembangunan di Sumatera Utara, di Tapanuli khususnya, tidak akan berjalan sukses, tanpa topangan HKBP. 

 

Apalagi Presiden Jokowi dan pemerintah pusat mencurahkan begitu banyak dana dan perhatian ke Sumut, termasuk untuk pengembangan pariwisata Danau Toba. Kalau HKBP tidak ikut, ini akan timpang. "Percayalah, pembangunan Sumatera Utara, pengembangan kawasan Danau Toba, dengan atau tanpa HKBP, akan jalan terus. Tinggal soal sekarang, HKBP mau ikut membangun bersama, mau membenahi diri, mau membaharui diri, atau tidak. Di situ persoalannya. Taruhannya terlalu besar di Sinode Godang ini. Jadi pilihlah pimpinan yang tepat,"tuturnya.(R2)

 


Tag:
Berita Terkait
Komentar
Berita Terkini