Pabrik Nenas dan Kopi Diduga Mau Dijual ke Investor

Administrator Administrator
Pabrik Nenas dan Kopi Diduga Mau Dijual ke Investor
Freddy Hutasoit|PelitaBatak

Taput (Pelita Batak) :
Pabrik Nenas dan pabrik Kopi yang berdiri di lahan seluas 20 ha yang kini masih dalam kesimpangsiuran mengenai status lahannya, berhembus informasi akan dijual ke salah seorang pengusaha. Padahal, lahan ini merupakan milik warga setelah pemerintah menyatakan lahan tersebut dikembalikan kepada warga pada tahun 2005.

Warga yang seharusnya memiliki dan menguasai lahan tersebut kini hanya bisa berharap kepada Pemkab Taput membuat jalan keluar akan status lahan tersebut.

Seperti disampaikan salah seorang warga, Ramli Sianipar kepada Pelita Batak kamis (29/9/2016) di Siborongborong, warga POhan Tonga akan melakukan unjukrasa jika permasalahan ini tidak kunjung tuntas. "Sebab hal ini belum ada pemberitahuan kepada kami warga desa Pohan Tonga, walau pun status lahan tersebut berada di wilayah desa Pariksabungan, kami tetap keberatan, sebab ini awalnya berada pada wilayah desa Pohan Tonga," ujarnya.

Ramli juga menanyakan peralihan peruntukan pabrik yang akan berubah menjadi pabrik jagung.

"Kami tetap menuntut hal pengembalian ini kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, sebab itu merupakan hak kami masyarakat yang pada waktu itu namanya Desa Kenegerian Pohan, dan kami sangat ingin mengetahui siapa dalang pada penjualan lahan 20 hektar tersebut," ujarnya.

Kepala desa Pariksabungan M Tampubolon, mengaku belum mengetahui proses peralihan lahan tersebut masuk ke wilayah administrasi Pariksabungan. Pihaknya juga belum mendapat pemberitahuan akan adanya peralihan tersebut sebagaimana informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
(FH)

Komentar
Berita Terkini