Total aset industri asuransi di Indonesia pada 2015 mencapai Rp853,42 triliun dengan industri asuransi jiwa memiliki proporsi paling besar yaitu 44,29% yaitu sebesar Rp378,03 triliun, diikuti oleh industri asuransi sosial Rp226,92 triliun dan industri asuransi umum Rp124,01 triliun.
Dibandingkan tahun 2014, total pendapatan premi Indonesia meningkat sebesar 19,5% atau mencapai 247,29 triliun rupiah pada 2015. Dengan demikian, pada 2015 rasio penetrasi industri asuransi di Indonesia yang didapatkan dari rasio antara premi bruto dan gross premium bruto (GDP) meningkat dari 2,35% menjadi 2,56%.
Dalam 5 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan premi bruto sekitar 18,6%. Apabila premi bruto tersebut dibandingkan dengan populasi Indoensia di tahun 2015 yang mencapai sekitar 255 juta orang, hal ini akan menghasilkan densitas asuransisebesar Rp1,159 juta.
Dengan kata lain, Indonesia merupakan salah satu pasar dari industri asuransi yang sangat potensial untuk berkembang. OJK selaku regulator industri asuransi di Indonesia juga akan berusaha untuk meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia dalam 3-4 tahun ke depan dengan cara memperluas akses publik kepada produk-produk asuransi, termasuk produk asuransi mikro.
Integrasi Sektor Asuransi Di ASEAN 2025
Cetak biru dari The ASEAN Economic Community (AEC) 2025 telah dimulai pada November 2015 sebagai bagian dari The ASEAN 2025: Forging Ahead Together. Cetak biru AEC 2025 menekankan pada tiga tujuan strategis dalam Finance Sector Integration Vision for 2025 yaitu Integrasi Keuangan, Inklusi Keuangan, dan Stabilitas Keuangan. Sebagai salah satu elemen krusial pada sektor keuangan, industri asuransi memegang peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan integrasi perekonomian dengan mendukung sektor riil, perdagangan, dan investasi.
Pada tahun ini, kegiatan AIRM diselenggarakan bersamaan dengan rapat Working Committee of Financial Service Liberalization (WC-FSL) dan ASEAN Insurance Forum (AIFo). WC-FSL adalah forum perundingan liberalisasi sektor jasa keuangan di kawasan ASEAN, sedangkan AIFo merupakan forum yang baru dibentuk dalam rangka percepatan integrasi industri asuransi di ASEAN.
Pertemuan AIFo bulan November 2016 di Yogyakarta akan menjadi pertemuan pertama dari forum tersebut. Selain itu, terdapat pertemuan lain yang akan dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan AIRM ke-19 ini, antara lain ASEAN Events Cross-Sectoral Coordination CommitteeMeeting (ACSCC Meeting) on Disaster Risk Financing And Insurance (DRF ) serta ASEAN Insurance Summit (AIS).(R2)
Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified