Kunjungi BPIP RI Bersama DPP FKIB, Ketua Umum HBB : Bhinneka Tunggal Ika Kekuatan Menjaga NKRI

Administrator Administrator
Kunjungi BPIP RI Bersama DPP FKIB, Ketua Umum HBB : Bhinneka Tunggal Ika Kekuatan Menjaga NKRI
IST|Pelita Batak

Jakarta (Pelita Batak):

Ketua Umum DPP Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul SH MH turut ikut dalam rombongan Dewan Pimpinan Pusat Forum Kebhinekaan Indonesia Bersatu (DPP FKIB) menyambangi Kantor Badan Penguatan Idiologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) yang terletak di Jalan Veteran 3 No 2 Jakarta Pusat 

Rombongan DPP FKIB yang dipimpin Ketua DPP FKIB Ustadz Martono. S.Pd.I (mewakili islam), dan yang lainnya diantaranya Wakil Ketua Dody Lukas, Sekretaris Pendeta Hulman Tinambunan. S.Th (mewakili kristen), Bendahara Panindita I Wayan Sura, S.Ag (mewakili hindu) Pengawas DPP FKIB Pandita The Sin Cay. S.Ag (mewakili budha) Beatus Munthe, M.Pd (mewakili katholik), Edi Wiranata (mewakili konghucu), Ketua Horas Bangso Batak Lamsiang Sitompul, SH.MH (mewakili suku batak) Ketua Pujakesuma Sumut Edi Sopianto (mewakili suku jawa) serta Muliadi, Lasuaniardi.

Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP RI Elprida Siregar, didampingi Kasubdit Sosialisasi BPIP RI Thomas Suseno, Kasubdit Organisai Kemasyarakat Kiki dan Hotrum Siregar menyambut kedatangan rombongan.

Menurut Lamsiang Sitompul, sangat perlu kembali menggalakkan pemahaman tentang Pancasila dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaan Pancasila harus benar-benar disadari segenap warga negara Indonesia sebagai wujud persatuan untuk membangun sebuah negara besar. Bhinneka tunggal Ika adalah semboyan yang penuh makna dan tidak tergantikan demi keutuhan NKRI.

"Inilah tantangan bangsa ini, ketika semakin tergerus nilai-nilai Pancasila dari keseharian masyarakat kebanyakan. Kita tidak bisa abai, agar semboyan bhinneka tunggal Ika benar-benar menjadi landasan dan dasar bagi kita untuk membangun kebersamaan," ujarnya.

Sebelumnya dalam silaturahmi tersebut ustadz Martono, ustadz yang di kenal oleh warga Sumut sebagai Ustadz kebhinekaan, berharap sekaligus meminta agar BPIP ada di setiap Kabupaten/ Kota sebagai pengganti Pendidikan Moral Pancasila yang telah ditiadakan dalam kurikulum sistem pendidikan nasional. Keberadaan cabang atau perwakilan tersebut untuk membumikan nilai-nilai pancasila sebagai idiologi negara yang telah kita sepakati bersama sebagai dasar dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam setiap hati masyarakat Indonesia.

Menurut Ustadz Martono selama ini ada kelompok-kelompok tertentu yang mencoba coba merongrong Pancasila dengan faham-faham identitas agama tertentu dengan eksklusifisme, sehingga menjurus ke arah intoleransi, radikalisme, terorisme, bahkan ingin mengganti Pancasila dengan idiologi keagamaan tertentu. "Bila hal ini terus berlanjut tanpa ada usaha pencegahan dan antisipasi bukan tidak mungkin indonesia mengalami perang saudara dan tercerai berai seperti negara Uni Soviet, Syuriah, Afganistan, Lebanon, Irak dan negara negara konflik lainnya," ungkap ustadz Martono.

Menanggapi keluhan dan saran dari FKIB tersebut Elfrida Siregar sangat berterima kasih dengan FKIB yang telah peduli dengan BPIP. Kedepan akan membangun kerjasama dengan FKIB untuk penguatan idiologi Pancasila. (rel)

Komentar
Berita Terkini