Kisah Nyata Anak Manusia: Pasangan yang Saling Mencintai Bercerai Hanya Karena 'Eda' (3)

Administrator Administrator
Kisah Nyata Anak Manusia: Pasangan yang Saling Mencintai Bercerai Hanya Karena 'Eda' (3)
Ist
Ilustrasi

Siantar(Pelita Batak): Penderitaan Elda tidak hanya sampai saat dia mengidam. Bahkan sampai usia kehamilan tujuh bulan Elda tetap disakiti.

 

Pernah suatu saat Elda sakit. Suhu badanya sangat tinggi. Elda meminta kepada suaminya Radot agar dia dibawa berobat. Elda memang dibawa berobat ke klinik dekat rumah Radot. Sepulang berobat,Elda langsung ke kamar. Karena keadaan fisik Elda sangat lemas.

 

Sementara Radot asyik di ruang tv sambil menonton ditemani adiknya. Abang beradik ini membahas penyakit Elda. Dan terdengar Elda, Luna bertanya kepada Radot sakit apa, biayanya berapa dan uang siapa yang bayar.

 

Dalam hati Elda sebenarnya dia berang mendengar pertanyaannya itu. Ingin rasanya Elda mencabik-cabik edanya itu. Namun dia sadar kondisinya seperti apa. Dia hanya menangis dan berdoa agar dia tetap sabar dan tegar.

 

Suatu saat orang tua Elda datang ke rumah Radot. Karena usia kandungan Elda sudah tujuh bulan, ibunya memberi ikan mas yang disebut 'mangirdat' (tradisi orang batak toba apabila putrinya hamil tujuh bulan)

 

Biasanya tradsi itu diberi makan kepada suami istri oleh ibunya Elda. Namun Radot tidak menghargai sedikit kehadiran ibunya Elda. Radot tidak mau disuap ibunya Elda. Berbeda dengan Elda,yang sebenarnya ingin menjerit dan ingin meluapkan kesdihannya di depan orang tuanya.

 

Namun Elda menyembunyikan semua. Di depan ibunya Elda tersenyum menunjukkan kebahagiaannya bersama Radot. Dia tidak ingin ibunya mengetahui tentang penderitaan dirinya. Setelah ibunya pulang bermacam komentarpun keluar dari mulut Radot. Elda hanya diam.

 

Begitupun penderitaan Elsa yang sangat prihatin,Elda tetap bersabar. Dia tetap semangat. Elda sangat menjaga kesehatan kandungannya.

 

Seiring waktu berjalan berbagai cobaan dilalui Elda. Hingga usia kehamilan sudah masuk sembilan bulan. Elda pun mempersiapkan perlengkapan mulai persalinan dan popok bayi. Semua dilengkapi Elda sendiri dibantu ibunya.

 

Menjelang persalinan Elda, justru Radot dan Luna mulai menimbulkan masalah. Luna malah menyudutkan Elda dengan urusan rumah. Elda malah dimaki maki Luna. Dan sering menyampaikan hal hal yang tidak benar kepada abangnya si Radot itu. Sehingga Radot terima saja tanpa mempertanyakan dulu kepada istrinya Elda.

 

Pertengkaran pun terjadi di rumah itu. Elda tidak sanggup lagi menahan rasa sakit. Dia pun mulai melawan dan berani menentang Radot dan Luna. Radot bukannya peduli sama Elda. Malah Radot Mengusir Elda dari rumahnya. Semua kain Elda dikumpul dimasukkan Radot ke dalam mobil. Elda disuruh keluar. 

 

Dengan deraian air mata Elda keluar dari rumah Radot. Elda pergi sambil menaki sepeda motor sendiri. Sementara Radot keluar dengan mobil sambil membawa pakaian Elda. Elda dipulangkan ke rumah orang tua Elda dengan situasi perut Elda membuncit. (Bersambung)

Komentar
Berita Terkini