"Kami secara aktif berkomunikasi dengan pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, karyawan, mitra kerja, petani plasma, serta masyarakat lokal di setiap wilayah operasional selama periode ini," ujar Dwiana, Direktur TSE, Selasa 22 November 2016. "Feedback dari para pemangku kepentingan terhadap hasil studi HCS akan membantu menyiapkan kebijakan keberlanjutan yang lebih komprehensif serta ramah lingkungan."
Studi HCS atau dikenal Stok Karbon Tinggi merupakan pendekatan baru bagi metode penilaian hutan yang berkadar karbon tinggi dan berguna bagi perusahaan atau individu yang melakukan konversi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit.
Setiap lokasi akan memiliki angka yang berbeda-beda dengan mempertimbangkan konteks sosial dan ekonomi termasuk kesejahteraan sosial yang dihasilkan dari perkembangan perkebunan baru di Indonesia. Studi HCS hanya menjadi salah satu dari beberapa faktor penting lainnya seperti kebijakan pemerintah Republik Indonesia, Nilai Konservasi Tinggi (HCV), pertimbangan agronomi, serta aspek sosial dan ekonomi.
Hal tersebut memang sesuai dengan pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai pembangunan berkelanjutan, bahwa kondisi masing-masing setiap negara dan daerah tidaklah sama. "Tujuan keberlanjutan di tiap negara adalah sama dengan tujuan di tingkat global. Tetapi cara mencapainya harus memperhatikan kondisi budaya dan perspektif lokal," ujar Presiden saat membuka acara "The 17th Assembly Meeting of International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSA) Working Group on Environmental Auditing (WGEA)", akhir bulan lalu.
Itulah mengapa, Kelompok usaha TSE juga memiliki tujuan keberlanjutan dengan tetap memerhatikan konteks sosial dan ekonomi di Papua. Kelompok usaha TSE akan terus berkomitmen dalam memproduksi minyak kelapa sawit berkelanjutan dan bertanggung jawab termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca.
"Yang terpenting adalah bagaimana kami tetap memberikan manfaat positif bagi lingkungan dan berkontribusi terhadap seluruh pemangku kepentingan, membangun SDM lokal, membantu kondisi ekonomi dan sosial daerah, menghormati budaya lokal, serta memastikan kebutuhan nasional dan global dengan minyak kelapa sawit berkualitas tinggi," tambah Dwiana.(R2)
Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified