Medan (Pelita Batak):
Sebagai perwujudan tiga medan layan GMKI, yakni Perguruan tinggi, Gereja dan Masyarakat, dalam hal ini secara khusus untuk medan layan masyarakat, GMKI komisariat FP USU melaksanakan pengabdian masyarakat pada tanggal 29 Februari dan 1 Maret 2020 di Desa Namo Mbelin, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.
Program pengabdian masyarakat ini diberi nama Community Care, menjadi perwujudan GMKI sebagai wadah bagi Mahasiswa Kristen dalam mengambil bagian dalam beragama dan berbangsa. Melalui program ini harapannya seluruh peserta menjadi mahasiwa yang tidak hanya bergelut dalam dunia kampus, namun terciptanya komunitas yang peduli dengan lingkungan sekitar.
Pada pengabdian ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan kader-kader GMKI Komisariat FP USU.
Pada hari pertama, acara ini dibuka langsung oleh Ketua Komisariat FP USU Masada Lingga, Ketua Panitia Eka Tampubolon, Kepala Dusun Bapak Arihta Perangin angina, masyarakat dan seluruh peserta.
"Kegiatan ini mencerminkan pengembangan kapasitas kader, karena kader membutuhkan wadah untuk menyalurkan apa yang mereka dapat di organisasi ini dan juga apa yang sudah mereka dapat dalam perkuliahan," ujar Masada Lingga selaku Ketua Komisariat FP USU.
Dalam 2 (dua) hari pelaksanaan pengabdian, serangkaian kegiatan dilaksanakan, diantaranya Pembuatan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah untuk menunjang kebersihan desa, sosialiasi penanggulangan populasi nyamuk yakni pembasmian jentik-jentik sebagai bibit nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit bagi masyarakat, pengenalan sitem vertikultur bagi msyarakat sebagai edukasi budidaya tanaman di lahan sempit karena desa ini dikelilingi oleh perkebunan sawit sehingga terkendala dalam persediaan lahan untuk budidaya tanaman hortikultura, penanaman pohon mahoni sebagai penyeimbang alam.
Di sore hari pertama (29/2) peserta juga melakukan gotong royong dengan mengumpulkan sampah yang berserak di sekitar pemukiman masyarakat dan menanam bunga di sekitar pekarangan jambur, yang merupakan fasilitas public masyarakat sekitar. Pada malam hari seluruh peserta dan masyarakat Namo Mbelin duduk Bersama untuk Nobar (nonton bareng), kegiatan ini ntuk merefleksikan sejarah dan sebagai media hiburan serta menjalin konsolidasi peserta dengan masyarakat Namo Mbelin.
Minggu ceria menjadi kegiatan terakhir yang dilaksanakan di desa Namo Mbelin. Kegiatan ini melibatkan peserta dan anak-anak setempat untuk melaksanakan ibadah singkat, dan diakhiri dengan permainan yang mengedukasi anak-anak setempat.
Pada penutupan kegiatan, masyarakat mengucapkan terimakasih atas kehadiran GMKI Komisariat FP USU ke desa Namo Mbelin.
"Terimakasih kepada adik-adik yang sudah sudi datang ke kampung kami ini untuk membuat kegiatan ini, kami sangat berterima kasih, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kami semua dan bagi kalian juga," ujar Bu Pasti Kelengi selaku perwakilan masyarakat Desa Namo Mbelin.
Disisi lain Kepala Dusun sangat bersyukur atas kegiatan ini, semoga kedepannya dapat semakin giat lagi untuk belajar dan semakin bermanfaat bagi masyarakat.
"Puji Syukur bagi Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan-kegiatan ini mulai dari awal hingga akhirnya dapat berjalan baik, kami juga masyarakat Namo Mbelin ini mengucapkan ribuan puji syukur dan terimakasih, jika ada kekurangan kami, kami juga minta maaf. Saya berharap mari kita pelihara segala hal yang sudah dikerjakan anak-anak kami ini," ujar Kepala Dusun Nam Mbelin.(Boi Rumaijuk)