Irsan : Usut Tuntas APD Bekas Berserakan Di Perkuburan Khusus Covid Silandit

Administrator Administrator
Irsan : Usut Tuntas APD Bekas Berserakan Di Perkuburan Khusus Covid Silandit
Saut Togi Ritonga|Pelita Batak

Padangsidimpuan (Pelita Batak):

Pemakaman jenazah ZL (51) di perkuburan khusus Covid 19 Silandit, Senin (31/8) malam, sempat terhalang akibat adanya aksi protes dan pemblokiran jalan dengan membakar ban bekas serta membentang spanduk penolakan.

Atas kejadian itu, sekitar Pukul 20.00 Wib, Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution bersama Kapolres AKBP Juliani Prihartini dan Dandim 0212/TS Letkol Inf Rooy Chandra menjumpai warga pelaku aksi.

Dalam dialog dengan enam orang perwakilan warga Kel. Silandit dan Desa Aek Bayur terungkap alasan mereka menolak pemakaman jenazah terkait Covid-19 di lokasi itu. Antara lain karena pasca penguburan sejumlah alat pelindung diri (APD) bekas berserakan di lokasi pemakaman. 

Lokasi pemakaman terlalu dekat dengan pemukiman, dan tidak ada pengamanan sehingga siapapun bebas masuk ke lokasi. Juga mempertanyakan kenapa sosialisasi tentang lokasi pemakaman dilakukan setelah ada protes warga dan kenapa lokasinya harus di Silandit.

Juga mempertanyakan apakah petugas dan kendaraan yang dipakai untuk pemakaman itu bersih dari Covid-19.

Menjawab itu, Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi mengajak warga dan pihak kepolisian mengusut tuntas keberadaan APD bekas yang berserakan di sekitar lokasi pemakaman.

Dimana sebelumnya atau pasca pemakaman jenazah suspek kedua, sejumlah oknum melakukan investigasi ke lokasi. Mereka mengklaim menemukan masker dan sarung tangan bekas berserakan, seolah-olah milik petugas pemakaman.

 “Persoalan ini harus diusut tuntas. Jika GTPP yang ceroboh, saya tindak tegas. Tetapi jika APD itu sengaja diserakkan oknum atau kelompok tertentu dengan tujuan memojokkan kami, saya minta ibu Kapolres menindaknya,” tegas Irsan.

Terkait  pemakaman terlalu dekat dengan pemukiman, Walikota menyebut luas lahan itu 3,2 hektar. Kemudian mengajak warga menentukan titik paling jauh untuk digali liang kubur persiapan.

“Untuk malam ini, mohon izinkan jenazah saudara kita yang sudah berada di ambulan kita makamkan. Besok, liang kubur persiapan kita pindah ke titik paling jauh dan bapak ibu yang tentukan,” ajak Irsan.

Mengenai pengamana lokasi, portal segera dipasang di pintu jalan masuk dan terkait sosialisasi, sama sekali tidak ada terlambat. Karena jauh sebelum ini atau pada bulan Maret kemarin sudah banyak diberitakan media.

“Belum adanya solusi pertemuan GTPP  yang lalu dengan warga. Atas nama Walikota dan tim GTPP saya meminta maaf. Malam ini, kami di sini termasuk untuk menuntaskan solusi itu,” jelas Irsan.

Kenapa lokasi ini ditetapkan sebagai lokasi perkuburan khusus, Walikota menyebut ini sudah melalui pertimbangan, penelitian dan rapat tim GTPP. Kemudian lokasi ini aset Pemko Padangsidimpuan dan sejak awal untuk kuburan.

“Petugas pemakaman dan kendaraan selalu disterilkan. Mulai dari menuju rumah sakit, saat membawa jenazah, pemakaman, dan setibanya di tempat karantina. Pakaian dibakar, orang dan kendaraannya disterilisasi,” jelas Irsan.

Usai dialog, warga menyetujui pemakaman jenazah dilakukan. Kemudian enam perwakilan itu menyampaikan hasil keputusan rapat kepada warga masing-masing dan minta kepada Walikota, Kapolres dan Dandim 0212/TS mengagendakan pertemuan berikutnya.(STR)

Komentar
Berita Terkini