Hadiri Natal Oikumene PGI Wilayah Sumut, Dr RE Nainggolan Harapkan Pemerintah Selesaikan Persoalan Tempat Ibadah

Administrator Administrator
Hadiri Natal Oikumene PGI Wilayah Sumut, Dr RE Nainggolan Harapkan Pemerintah Selesaikan Persoalan Tempat Ibadah
adol Frian Rumaijuk | Pelita Batak
Dr RE Nainggolan MM (kanan) saat menghadiri acara Natal PGI Wilayah Sumut
Medan (Pelita Batak):
Tokoh masyarakat, Dr RE Nainggolan MM berharap pemerintahan Joko Widodo -Ma'ruf Amin segera memberikan solusi dan jalan keluar untuk persoalan pendirian rumah ibadah (gereja) yang hingga saat ini masih belum tuntas. Perlu dilakukan evaluasi tentang ketentuan-ketentuan pendirian rumah ibadah, sebab beribadah di rumah adalah hak mutlak setiap orang.

Demikian disampaikan mantan Sekdaprovsu itu dalam sambutannya pada acara Natal Oikumene PGI Wilayah Sumut, Senin (16/12/2019) di Auditorium Universitas Negeri Medan. Hadir Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajekshah, Ketua PGI Pusat Pdt Gomar Gultom, Ketua PGI Wilayah Sumut Pdt. Darwis Manurung, MPsi, Ephorus HKBP Pdt Darwin Lumban Tobing sebagai pengkhotbah, Pimpinan-pimpinan gereja, Ketua panitia Maruli Siahaan, Tokoh Masyarakat Dr RE Nainggolan MM, Ketua Sumatera Berdoa JA Ferdinandus, Anggota DPRD Sumut Parlaungan Simangunsong, mewakili Pangdam I/BB, Mewakili Kapolda dan seluruh undangan dan jemaat.

Dia mencontohkan GKI Yasmin serta sejumlah gereja yang dibongkar dan terjadi konflik. Untuk itulah, era kepemimpinan Jokowi, diharapkan akan menemukan jalan keluar.

Sesuai dengan tema natal "Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang", lajut Mantan Bupati Tapanuli Utara itu, sebagai pesan kepada seluruh warga gereja untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Khususnya melalui perayaan natal, dalam mendukung pemerintah provinsi Sumut mewujudkan 'Sumut Bermartabat".

"Kita tidak harus menuntut, namun apa yang dapat kita lakukan mari kita lakukan. Kita harus menjadi yang menebar kasih, sebab kasih adalah inti pesand ari Alkitab," ujarnya.

Sebagaimana peristiwa yang terjadi 19 tahun lalu seorang pemuda muslim, Riyanto yang tewas karena terkena ledakan bom saat mencoba menyelamatkan Gereja Eben Haezer di Mojokerto dari percobaan peledakan pada malam 24 Desember 2000. "Dia bahkan tidak pedulikan keselamatan nyawanya hanya untuk menjamin keselamatan orang-orang yang beribadah disanam saat itu," ujarnya mengisahkan pengorbanan anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama itu.

RE Nainggolan mengapresiasi pelaskanaan natal PGI Wilayah Sumut kali ini yang diketuai Maruli Siahaan yang akrab disapa 'Dansui'. "Perayaan kali ini jauh lebih brilian dari tahun-tahun sebelumnya," ujarnya mengapresiasi panitia.

Atas keamanan selama perayaan Natal tahun 2019, RE Nainggolan juga mengapresiasi Pemerintah Pusat, dimana pengamanan yang dilakukan TNI dan Polri bisa dirasakan oleh seluruh warga negara.

Sementara itu, Ketua Panitia Maruli Siahaan dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut terselenggaran berkat kerasama berbagai pihak. Masukan dan saran diterima panitia dari berbagai pihak termasuk Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto (Kini, Kabaharkam Polri) yang berpesan agar melalui perayaan natal juga mampu menangkal berkembangnya faham radikalisme di tengah masyarakat.

Perayaan Natal berlangsung meriah, khususnya diacara umum yang dilakukan pengundian lucky drwa dan juga penyerahan bingkisan bagi para lansia. Juga hadir artis ibu kota, maria Kalista. (TAp)
Komentar
Berita Terkini