Hadir Sebagai Pembicara Pelatihan Kepemimpinan Pendeta HKBP Distrik VII Samosir, Pdt Dr Willem TP Simarmata,MA : Pandemi Covid-19 Mendorong Perubahan Metode Pelayanan Gereja

Administrator Administrator
Hadir Sebagai Pembicara Pelatihan Kepemimpinan Pendeta HKBP Distrik VII Samosir, Pdt Dr Willem TP Simarmata,MA : Pandemi Covid-19  Mendorong Perubahan Metode Pelayanan Gereja
Adol Frian Rumaijuk | Pelita Batak
Anggota DPD RI Pdt Dr Willem TP Simarmata MA saat menjadi pembicara pada Pelatihan Kepemimpinan Pendeta HKBP Distrik VII Samosir di Grand Palm Hotel Siantar
Siantar (Pelita Batak):

Ephorus emeritus HKBP Pdt Dr Willem TP Simarmata,MA menjadi pembicara dalam Pelatihan Kepemimpinan Transformatif Pendeta HKBP Distrik VII Samosir di Grand Palm Hotel Pematangsiantar, Senin (1/3/2021). Kehadiran gereja di tengah masyarakat pada situasi pandemi Covid-19 diikuti perkembangan teknologi yang terus mengalami perubahan, dituntut untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan dan penggembalaan jemaat.

"Gereja HKBP harus mampu bekerjasama dengan denominasi gereja yang lain, dalam upaya mewujudkan visi HKBP menjadi berkat bagi dunia," kata Anggota Komite III DPD RI itu dalam acara yang dihadiri Praeses HKBP Distrik VII Samosir Pdt Rein Justin Gultom,STh, Ketua Panitia Pdt JW Siregar, Sekretaris Pdt Togap Pardosi, Bendahara Pdt Riccy Lumban Gaol dan puluhan pendeta peserta pelatihan dengan tema "Marsiurupan mamorsan mangaradoti patik ni Kristus (Galatia 6:2)" itu.

 

EphorusEmeritus HKBP Pdt Dr Willem TP Simarmata,MA diabadikan saat menerima ulos dari Praeses HKBP Distrik VII Samosir Pdt Rein Justin Gultom,STh, didampingi  Ketua Panitia Pdt JW Siregar, Sekretaris Pdt Togap Pardosi, Bendahara Pdt Riccy Lumban Gaol

Para pendeta adalah pemimpin di tempat pelayanannya termasuk di Distrik VII Samosir. Orientasi seorang pemimpin menurut Pdt Willem bisa dikelompokkan menjadi dua jenis. Pertama, ingin memiliki kekuasaan kehormatan, popularitas, dan materi. Kedua, tidak ingin memiliki keinginan untuk meraih dan memiliki apa yang diinginkan pada kategori pertama. "Seperti Presiden kita, Jokowi, dia ingin menjadi presiden yang pro rakyat. Tapi kita bukan terfokus disitu, guru besar kita adalah Yesus. Dia telah menjadi manusia untuk membawa keselamatan dengan ketekalanan yang telah diberikan," ujarnya.

Nah, untuk itu, di Samosir sendiri saat ini tanpa bisa dipungkiri telah muncul berbagai persoalan yang kini muncul. Mulai dari pencemaran lingkungan, ada keramba, dan berbagai persoalan lainnya. Gereja harus menemukan solusi untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut lewat pelayanan teologia.

"Terlebih di masa pandemi ini, ibadah dilakukan di rumah. Jadi pusat pelayanan gereja bukan lagi di gedung gereja namun di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Gereja harus bersiap jika suatu waktu fungsi gedung gereja dibutuhkan untuk pelayanan sebagaimana saat terjadi wabah kolera tahun 1871, gereja menjadi bangsal massal. Hal itu dilakukan para misionaris. Apakah kondisi itu suatu saat akan terjadi? Gereja harus bersiap," ujar Moderator United Evangelical Mission (UEM) itu.

Para pendeta dalam pelayanannya juga harus mampu mendorong peningkatan ekonomi jemaat. Dengan memberi teladan, mengingat kondisi saat ini banyak yang telah kehilangan pekerjaan dan pendapatan. "Manfaatkan teknologi saat ini, khususnya teknologi jaringan internet yang mampu menghubungkan tanpa harus bertatap muka," ujarnya. 

Untuk itu, kata Pdt Willem sangat banyak hal menjadi tantangan gereja saat ini dan ke depan akibat perkembangan teknologi. Bahkan, lanjutnya, diprediksi akan ada teknologi untuk memperpanjang masa hidup manusia. "Apakah ini menjadi tantangan dalam pelayanan gereja? Nah, kita sebagai pemimpin harus mampu menganalisis dampak-dampak yang mungkin akan terjadi akibat perubahan-perubahan tersebut," ujarnya.

Kemudian disampaikan Pdt Dr Willem,  pendidikan di tengah keluarga terhadap anak sangat perlu ditingkatkan.  Dalam hal inilah peran gereja melalui para pendeta untuk memberikan pemahaman dan kesadaran bagi jemaat akan pentingnya perlindungan dari lingkungan keluarga. 

Sebelumnya Pdt Rein Justin Gultom,STh Praeses HKBP Distrik VII Samosir menyebutkan pelatihan ini dilaksanakan untuk peningkatan kemampuan dan wawasan para pendeta dalam mengembalakan jemaat pada situasi pandemi Covid-19.  Dimana gereja saat ini menghadapi tantangan dalam perubahan pola pelayanan dimana ibadah tidak lagi dilaksanakan secara bersama di gereja mungkin dalam beberapa waktu yang akan datang.

"Kita ingin agar apa yang menjadi visi gereja HKBP menjadi Berkat Bagi Dunia, bisa tercapai lewat metode pelayanan di masa pandemi Covid-19 ini," ujar Pdt Rein Justin Gultom,STh. 

Sementara itu Ketua Panitia Pdt JW Siregar mengatakan pelatihan akan berlangsung selama tiga hari (1-3 Maret 2021) dengan pembicara dan materi yang disesuaikan. "Kami juga berterima kasih atas kesediaan ompui Ephorus Emeritus HKBP Pdt Dr Willem TP Simarmata menjadi pembicara dalam pelatihan ini," ujarnya.

Pada kesempatan  itu, sebagai cinderamata panitia memberikan kain ulos  kepada Pdt Dr Willem TP Simarmata sebagai ungkapan terima kasih. (TAp)

Komentar
Berita Terkini