Buah dari pertemuan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dengan warga Kristen di Sumatera Utara pada hari Selasa (19/11/2019) di Aula Rumah Dinas Gubsu Jln. Sudirman, Medan, Sumatera Utara, kemarin memberikan dampak strategis bagi kerukunan di Sumatwra Utara.
Pada kesempatan itu, Gubernur Edy memaparkan pencemaran lingkungan yang diakibatkan pembuangan bangkai babi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Gubernur juga menyampaikan bahwa pembuangan bangkai tersebut adalah hal yang sensitif dan dapat merusak nama baik Sumatera Utara.
Pada kesempatan itu Gubernur meminta kepada GAMKI SUMUT dan DPC GAMKI Kota Medan sebagai pelaksana di lapangan untuk berkerjasama dan turun kelapangan untuk ikut membersihkan bangkai babi tersebut.
Menindaklanjuti arahan Gubernur langsung dilakukan rapat tehnis bersama para senioren dan unsur pengurus GAMKI pada hari Rabu (20/11/2019) di restoran Babura Medan, Sumatera Utara.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri Dr.R.E. Nainggolan, Pdt. R. Bambang Yonan, Albiner Silitonga, Kombes. Pol. Purn. Maruli Siahaan SH, MH, Ronal Naibaho, Jadi Pane sebagai Penasehat dan Landen Marbun, SH Ketua DPD GAMKI SUMUT serta Parulian Tampubolon ketua DPC GAMKI Kota Medan.
Dalam rapat yang menindaklanjuti permintaan Gubernur Sumatera Utara tersebut, maka GAMKI akan bekerjasama dengan Sat Pol PP. GAMKI dan Sat Pol PP sudah melaksanakan pertemuan tehnis terkait penanganan pencemaran lingkungan yang diakibatkan bangkai babi, dengan beberapa kesepakatan :
1. GAMKI sebagai Ormas Pemuda Kristen akan ikut mensosialisasikan tentang bahaya pencemaran lingkungan ini agar seluruh peternakan babi yang mayoritas dikelolah oleh warga non Muslim agar menjaga kebersihan peternakannya.
2. Bila ada bangkai babi yang diketahui mati, maka GAMKI yang bekerjasama dengan Sat Pol PP untuk menguburkannya bersama-sama.
3. GAMKI dan Sat Pol PP Pemprov Sumut secara bersama-sama akan melakukan patroli dan pembersihan.
4. GAMKI dan Pemprovsu melalui dinas Peternakan Sumatera Utara akan turun kelapangan melakukan pencegahan dengan membagikan vaksin anti hog cholera yang terjangkit pada babi.
Kegiatan ini akan terus berlanjut sampai penanganan bangkai babi ini dapat dimaksimalkan di semua stake holder.(TAp|IS)